Baru Sebulan Menikah, Suami di Takalar Tikam Istri hingga Kritis

SULSELNEWS.NET– Seorang perempuan berinisial S-I (18) di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, kritis setelah ditikam suaminya sendiri, R-A (18), menggunakan senjata tajam jenis badik, Kamis (22/10/2026).

Korban mengalami dua luka tusukan di bagian dada dan punggung. Ia dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Padjonga Daeng Ngalle Takalar untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Peristiwa ini menyita perhatian karena pasangan tersebut diketahui belum genap satu bulan menjalani kehidupan rumah tangga.

Ibu korban histeris saat melihat kondisi anaknya di rumah sakit. Ia tak menyangka menantunya sendiri tega melakukan penikaman terhadap putrinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi di rumah pelaku, Desa Patopakang, Kecamatan Mangara Bombang, Kabupaten Takalar.

Penikaman diduga berawal dari cekcok antara korban dan suaminya. Dalam kondisi emosi, pelaku kemudian menikam korban sebanyak dua kali menggunakan badik hingga mengalami luka berat.

Kakak korban, Junaedi, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima telepon dari salah satu anggota keluarga.

“Saya baru mengetahui adik saya ditikam setelah mendapat telepon dari salah satu keluarga. Untuk pelaku sendiri adalah suaminya sendiri yang baru menikah kurang lebih sebulan,” ungkap Junaedi.

Sementara itu, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Takalar bergerak setelah menerima informasi mengenai dugaan KDRT tersebut.

Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Haryanto, mengatakan polisi langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan terduga pelaku.

“Setelah mendapatkan informasi KDRT, pihaknya langsung ke TKP dan mengamankan pelaku yang tak lain suaminya ke Polres Takalar bersama barang bukti senjata tajam jenis badik,” ujar Haryanto.

Usai diamankan, R-A dibawa ke Polres Takalar untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi turut menyita badik yang diduga digunakan dalam penikaman tersebut sebagai barang bukti.

Hingga kini, penyidik masih mendalami motif penikaman yang menyebabkan korban mengalami luka berat. Polisi juga melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap secara lengkap kronologi kejadian tersebut.