SULSELNEWS.NET— Pemerintah Kabupaten Gowa mendukung pelaksanaan Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun Anggaran 2026 untuk membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, dan memiliki semangat nasionalisme di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Kegiatan tersebut dibuka di Rindam XIV/Hasanuddin Pakatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Jumat (23/10/2026). Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, hadir dalam pembukaan kegiatan yang diikuti perwakilan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Gowa.
Andy Azis mengatakan, Pemkab Gowa mendukung pelaksanaan latihan kader bela negara sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, pendidikan dan pelatihan bela negara diharapkan memberikan manfaat bagi peserta didik, khususnya siswa SMA dan SMK, dalam menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara.
“Pemerintah Kabupaten Gowa berharap anak-anak kita, khususnya siswa-siswi tingkat SMA/SMK, dapat memperoleh pendidikan dan pembinaan yang sesuai dengan cita-cita bangsa dan negara,” ujar Andy Azis.
Ia menegaskan, pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, guru, hingga orang tua. Sinergi tersebut dinilai penting untuk memberikan motivasi dan kesempatan kepada pelajar dalam mengembangkan potensi diri.
“Kita berharap dari Gowa akan lahir generasi-generasi bangsa yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia,” ungkapnya.
Andy Azis juga berharap latihan kader bela negara dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun nasional.
Sementara itu, Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Parluhutan Marpaung, dalam amanatnya menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan masa depan.
Ia mengatakan, masa sekolah merupakan periode penting bagi pelajar untuk membangun karakter, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman.
“Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan anak-anak kita, khususnya siswa-siswi sekolah menengah atas, agar serius menyiapkan masa depan mereka. Sebab, masa depan mereka adalah masa depan bangsa. Pada usia ini, mereka berada dalam masa yang sangat menentukan sehingga harus mempersiapkan diri dengan baik,” ujarnya.
Parluhutan menyoroti pesatnya perkembangan teknologi informasi dan kecerdasan buatan yang membawa peluang sekaligus tantangan bagi generasi muda.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi secara bijak perlu menjadi perhatian agar kemajuan digital tidak mengganggu proses belajar, hubungan sosial, maupun tanggung jawab pelajar terhadap masa depan mereka.
“Teknologi dan AI memberikan dampak positif, tetapi kita juga harus mewaspadai dampak negatifnya. Jangan sampai anak-anak kita terlena, lupa belajar, lupa kepada orang tua, keluarga, dan teman, bahkan melupakan masa depan mereka sendiri serta masa depan bangsa dan negara,” tegasnya.
Selain tantangan teknologi, ia juga mengingatkan pentingnya menjauhkan pelajar dari aksi kekerasan, kerusuhan, serta aktivitas kelompok yang dapat mengganggu ketertiban dan membahayakan masa depan generasi muda.
Karena itu, melalui latihan kader bela negara KKRI, para pelajar diharapkan mampu membangun ketahanan diri, menjunjung budi pekerti luhur, meningkatkan kedisiplinan, serta mempertahankan jati diri sebagai bangsa Indonesia di tengah perubahan budaya dan perkembangan teknologi.
“Tugas utama pelajar adalah belajar, anak-anak sekolah harus fokus belajar, belajar, dan belajar. Mereka harus patuh kepada orang tua dan guru serta tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif. Kita ingin mereka menjadi generasi yang tangguh, memiliki karakter, dan mampu menjaga jati diri bangsa,” ungkapnya.
Parluhutan berharap para peserta dapat menjadi generasi muda yang disiplin, berintegritas, memiliki semangat cinta tanah air, serta mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.
Pelaksanaan Latihan Kader Bela Negara KKRI Tahun Anggaran 2026 ini merupakan bentuk sinergi Kementerian Pertahanan, jajaran TNI, dan Pemerintah Kabupaten Gowa dalam memperkuat pendidikan karakter serta wawasan kebangsaan di kalangan pelajar.
Melalui pembinaan tersebut, generasi muda diharapkan tidak hanya mampu menghadapi tantangan perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan semangat pengabdian untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara menuju Indonesia Emas 2045.












