SULSELNEWS.NET — Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM) menyelenggarakan Pinisi National Research Forum 2026, Kamis (5/11/2026), sebagai ruang penguatan kapasitas penelitian dan pertukaran pengetahuan lintas perguruan tinggi. Forum ini mencatat 647 pendaftar dari kalangan mahasiswa S2 dan S3 berbagai universitas di Indonesia, serta melibatkan 30 peserta khusus dari mahasiswa S3 Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Webinar nasional tersebut mengusung tema “Transformasi Riset Pascasarjana di Era Kecerdasan Artifisial: Keunggulan Metodologi, Inovasi Teknologi, dan Daya Saing Global”. Kegiatan diselenggarakan secara daring oleh Taskforce Kerja Sama, Publikasi, dan Reputasi Akademik PPs UNM.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Direktur Bidang Akademik Pascasarjana UNM, Prof. Dr. Risma Niswaty, S.S., M.Si. Forum ini menjadi bagian dari upaya PPs UNM memperluas akses pengembangan kompetensi riset bagi mahasiswa magister dan doktor sekaligus memperkuat interaksi akademik antarperguruan tinggi.
Tiga akademisi dihadirkan sebagai narasumber, yakni Prof. Dr. Eng. Wisnu Jatmiko, S.T., M.Kom., Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia; Prof. Dr. Sugiyono, M.Pd., dari Universitas Negeri Yogyakarta; serta Prof. Dr. Hj. Like Raskova Octaberlina, M.Ed., Wakil Direktur I Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sesi akademik dipandu oleh Dr. Andi Asrifan, S.Pd., M.Pd., dari Universitas Negeri Makassar.
Kehadiran narasumber dengan latar keilmuan tersebut membuka ruang untuk menghubungkan perkembangan teknologi, penguatan metodologi penelitian, dan kebutuhan pengembangan akademik pascasarjana. Ketiga aspek ini semakin relevan bagi mahasiswa S2 dan S3 dalam menyusun penelitian yang memiliki kebaruan dan kontribusi ilmiah yang jelas.
Besarnya jumlah pendaftar menunjukkan minat mahasiswa pascasarjana terhadap pengembangan riset di tengah kemajuan kecerdasan artifisial. Keterlibatan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia sekaligus memperluas jangkauan kegiatan akademik PPs UNM sebagai ruang belajar dan berbagi pengetahuan lintas institusi.
Partisipasi khusus 30 mahasiswa S3 Ilmu Komputer Universitas Indonesia turut memperkaya komposisi peserta. Kehadiran mereka membuka peluang interaksi akademik antara bidang komputasi dan beragam disiplin ilmu yang menjadi perhatian mahasiswa pascasarjana.
Tema yang diangkat menempatkan pemanfaatan teknologi dan ketepatan metodologi sebagai bagian yang saling mendukung dalam penelitian. Kecerdasan artifisial menawarkan berbagai kemungkinan untuk membantu proses riset, sedangkan kualitas perumusan masalah, pemilihan metode, ketelitian analisis, dan integritas akademik tetap menjadi dasar karya ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Melalui forum ini, PPs UNM mendorong pengembangan budaya riset yang terbuka terhadap kemajuan teknologi dan bertumpu pada standar akademik. Pertemuan akademisi serta mahasiswa lintas perguruan tinggi juga menjadi modal untuk membangun komunikasi ilmiah dan menjajaki kerja sama penelitian maupun publikasi.
Penyelenggaraan Pinisi National Research Forum 2026 memperlihatkan komitmen PPs UNM dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan magister dan doktor. Dengan jangkauan peserta dari berbagai universitas, forum ini diharapkan memperkuat kapasitas peneliti pascasarjana untuk menghasilkan karya yang bermutu, relevan dengan kebutuhan masyarakat, dan berdaya saing global.












