Pascasarjana UNM Perkuat Kolaborasi 15 Kampus, Bidik Peningkatan Mutu Akademik

SULSELNEWS.NET — Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi melalui partisipasi aktif pada kegiatan Forum Pimpinan Pascasarjana Indonesia (FORPIMPAS) yang berlangsung pada 26–27 Oktober 2026 di Sekolah Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Bali.

Kegiatan tersebut mempertemukan para pimpinan pascasarjana dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membangun sinergi kelembagaan, berbagi praktik baik pengelolaan pendidikan pascasarjana, serta memperkuat kerja sama akademik dalam penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.

Program Pascasarjana UNM diwakili oleh Wakil Direktur Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Risma Niswaty, S.S., M.Si., yang turut berpartisipasi dalam forum diskusi strategis dan penguatan kerja sama antarinstitusi.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah penguatan kolaborasi melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) multipihak antarpimpinan pascasarjana perguruan tinggi di Indonesia. Dokumen kerja sama yang disusun dalam forum tersebut melibatkan 15 institusi pascasarjana, termasuk Universitas Negeri Makassar, Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Pattimura, Universitas Lambung Mangkurat, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai bidang strategis, antara lain kolaborasi pembelajaran, pertukaran dosen, pembimbingan bersama tesis dan disertasi, pelibatan penguji eksternal, penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah bersama, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan tata kelola kelembagaan pascasarjana.

Penguatan Mutu Akademik dan Pembelajaran Transformatif

Selain memperluas jejaring kerja sama, forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai penguatan tata kelola pendidikan pascasarjana, termasuk pengembangan pembelajaran yang berorientasi pada capaian kompetensi lulusan.

Pembahasan mengenai praktik baik penyelenggaraan pendidikan pascasarjana menjadi relevan dengan upaya UNM dalam memperkuat implementasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membangun sistem penjaminan mutu akademik yang berkelanjutan.

Dalam perspektif pengembangan akademik, kolaborasi antarpascasarjana diharapkan tidak berhenti pada pertukaran pengalaman, tetapi berkembang menjadi program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan institusi.

Prof. Risma memandang forum ini sebagai momentum strategis untuk memperluas ruang kolaborasi akademik dan memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan magister dan doktor.

Menurutnya, penguatan jejaring antarpascasarjana memiliki arti penting dalam menghadapi tuntutan pendidikan tinggi yang semakin menekankan kualitas lulusan, relevansi keilmuan, produktivitas riset, dan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.

Mendorong Kolaborasi yang Berdampak

Kesepakatan kerja sama multipihak yang dibahas dalam forum ini membuka peluang pengembangan berbagai program akademik lintas perguruan tinggi.

Bagi Pascasarjana UNM, peluang tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penyelenggaraan visiting lecture, kolaborasi dosen dalam pembimbingan dan pengujian mahasiswa, penelitian bersama, serta peningkatan publikasi ilmiah pada jurnal nasional dan internasional bereputasi.

Kerja sama juga membuka ruang penguatan kapasitas program studi melalui pertukaran pengalaman pengelolaan kurikulum, pengembangan sistem penjaminan mutu, dan persiapan akreditasi program studi.

Hal penting lainnya adalah perlunya memastikan bahwa setiap kerja sama memiliki tindak lanjut yang terukur. Oleh karena itu, pelaksanaan program kolaborasi akan memerlukan kesepakatan teknis atau Implementation Arrangement (IA) yang menjelaskan bentuk kegiatan, pihak pelaksana, pembiayaan, serta luaran yang diharapkan.

Dengan pendekatan tersebut, kerja sama antarpascasarjana diharapkan tidak sekadar menghasilkan dokumen kesepahaman, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan tinggi.

Memperkuat Posisi Pascasarjana UNM dalam Jejaring Nasional

Partisipasi Pascasarjana UNM dalam FORPIMPAS menjadi bagian dari langkah strategis pengembangan kelembagaan yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu.

Forum ini juga memberikan kesempatan bagi Pascasarjana UNM untuk memperluas kemitraan dengan perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia, sekaligus mengidentifikasi peluang pengembangan program akademik yang mendukung reputasi dan daya saing institusi.

Melalui keikutsertaan dalam forum nasional tersebut, Pascasarjana UNM menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan ekosistem pendidikan pascasarjana yang berkualitas, inovatif, dan berdampak.

Ke depan, hasil pertemuan FORPIMPAS diharapkan dapat diterjemahkan menjadi berbagai kegiatan kolaboratif yang mendukung peningkatan kualitas lulusan, penguatan kapasitas dosen, produktivitas penelitian, serta kontribusi nyata Pascasarjana UNM terhadap pembangunan pendidikan tinggi di Indonesia.