SULSELNEWS.NET – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami cedera patah kaki di Pos 5 jalur pendakian Gunung Bulu Saukang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Korban diketahui bernama Amir Pramilia (26), warga Samata, Kabupaten Gowa. Saat kejadian, Amir sedang melakukan pendakian bersama dua rekannya.
“Pendaki tersebut bernama Amir Pramilia, pria berumur 26 tahun, warga Samata Kabupaten Gowa. Dia mendaki bersama dua rekannya sore ini,” kata Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, Selasa (16/6).
Amir mengalami kecelakaan setelah terjatuh saat berada di Pos 5 Gunung Bulu Saukang pada Selasa malam sekitar pukul 21.20 WITA. Akibat insiden tersebut, korban mengalami patah pada kaki kirinya dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Peristiwa itu kemudian dilaporkan ke Posko Pendakian Gunung Bulu Saukang yang selanjutnya meneruskan informasi kepada Basarnas Makassar untuk mendapatkan bantuan evakuasi.
Menerima laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Sekitar pukul 23.00 WITA, tim berhasil menjangkau korban di Pos 5 jalur pendakian dan segera memberikan penanganan medis awal guna mencegah kondisi cedera bertambah parah selama proses evakuasi.
“Setelah berita ini diterima, tim SAR gabungan segera bergerak menuju lokasi guna melakukan proses evakuasi,” ujar Andi Sultan.
Setelah kaki korban dibidai dan korban ditempatkan di atas tandu, tim SAR gabungan melakukan evakuasi menuju kaki gunung. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam hingga akhirnya korban tiba di Posko Registrasi Gunung Bulu Saukang sekitar pukul 02.10 WITA.
Selanjutnya, Amir diserahkan kepada tim medis dari Puskesmas Tompobulu untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Dengan telah dievakuasinya korban dalam kondisi selamat, tim SAR gabungan melaksanakan debriefing dan evaluasi, kemudian Operasi SAR dihentikan serta seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” lanjut Andi Sultan.
Basarnas Makassar mengimbau masyarakat, khususnya para pendaki, agar selalu mempersiapkan kondisi fisik, perlengkapan pendakian yang memadai, serta memperhatikan aspek keselamatan sebelum melakukan aktivitas di alam terbuka guna mengurangi risiko kecelakaan.












