SULSELNEWS.NET – Perguruan Pencak Silat Tapak Suci Gowa kembali mendapat pengakuan sebagai salah satu rujukan pembinaan atlet di Indonesia. Kali ini, Tim Pencak Silat SMA Negeri Khusus Olahraga (SMANKOR) Maluku Utara melakukan kunjungan ke Kabupaten Gowa untuk melaksanakan try out sekaligus studi banding pengembangan organisasi di Hall Beladiri KONI Kabupaten Gowa, Stadion Kalegowa, Sabtu (25/7/2026).
Rombongan yang dipimpin Pelatih Kepala SMANKOR Maluku Utara, Muh. Anshar, datang bersama enam anggota tim untuk mempelajari sistem pembinaan atlet dan tata kelola organisasi yang diterapkan Tapak Suci Gowa. Kunjungan ini juga menjadi bagian dari persiapan peningkatan prestasi atlet pencak silat asal Maluku Utara. Pembinaan olahraga di Maluku Utara sendiri terus menjadi perhatian menjelang berbagai agenda kompetisi daerah dan nasional.
Tapak Suci Gowa dipilih sebagai lokasi studi banding karena dinilai berhasil membangun organisasi yang kuat, konsisten mencetak prestasi atlet, serta aktif menghadirkan berbagai inovasi dalam pembinaan pencak silat.
Kedatangan rombongan disambut Ketua KONI Kabupaten Gowa, Arifuddin Saeni, yang juga menjabat Ketua Tapak Suci Gowa, bersama jajaran pengurus harian dan bidang-bidang KONI Gowa.
Dalam sambutannya yang diwakili Ketua Bidang Sport Science KONI Gowa, Muslim, pihaknya mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada KONI Gowa dan Tapak Suci Gowa sebagai tujuan studi banding.
“Kami menyambut dengan penuh kebanggaan dan rasa persaudaraan kehadiran Tim Pencak Silat SMANKOR Maluku Utara. Semoga kunjungan ini menjadi momentum untuk saling berbagi pengalaman, mempererat silaturahmi antardaerah, serta melahirkan kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembinaan atlet pencak silat di Indonesia,” ujarnya.
Selain berdiskusi mengenai strategi pembinaan atlet dan manajemen organisasi, kegiatan juga diisi dengan sparing atau pertandingan uji coba antara atlet Tapak Suci Gowa dan atlet SMANKOR Maluku Utara.
Sekretaris KONI Kabupaten Gowa, Ahmad Sidiq Maulana, mengatakan konsep try out dirancang menyerupai kejuaraan resmi agar atlet memperoleh pengalaman bertanding yang maksimal.
Menurutnya, pertandingan menggunakan sistem penilaian digital REWAKO DIGISILAT SYSTEM, yang dikembangkan oleh tim IT kader Tapak Suci Gowa. Seluruh hasil pertandingan direkam dan disajikan secara real time sebagai bahan evaluasi bagi kedua tim.
“Kami menyiapkan gelanggang sebagaimana pertandingan resmi, termasuk sistem penilaian digital secara realtime. Hasil penilaian nantinya dibagikan kepada kedua tim sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan atlet,” jelas Ahmad Sidiq Maulana.
Tidak hanya pertandingan, rombongan dari Maluku Utara juga disuguhi atraksi pencak silat yang diperagakan para kader, pelatih, dan atlet Tapak Suci Gowa sebagai gambaran kualitas pembinaan yang selama ini dijalankan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pemutaran film “Negeri Para Pendekar”, karya orisinal pesilat Tapak Suci Gowa yang disutradarai Alfandi. Film tersebut mengangkat nilai perjuangan, sportivitas, karakter, dan semangat melestarikan budaya pencak silat sebagai warisan bangsa.
Pelatih Kepala SMANKOR Maluku Utara, Muh. Anshar, mengaku terkesan dengan sambutan yang diberikan KONI Gowa dan keluarga besar Tapak Suci Gowa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat hangat dan profesional. Mulai dari penerimaan, atraksi pencak silat, pelaksanaan try out dengan sistem pertandingan yang sangat baik, hingga penayangan film Negeri Para Pendekar, semuanya memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kami. Banyak hal yang kami pelajari untuk diterapkan dalam pengembangan organisasi maupun pembinaan atlet di Maluku Utara,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, KONI Kabupaten Gowa menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan olahraga prestasi. Sinergi antara Gowa dan Maluku Utara diharapkan terus berlanjut melalui program pembinaan bersama, pelatihan, dan pengembangan organisasi demi kemajuan pencak silat Indonesia.












