News  

Lima Jurnalis Hilang Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, IJTI Sulselbar Gelar Doa Bersama di Gowa

SULSELNEWS.NET — Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) menggelar doa bersama untuk lima jurnalis yang dilaporkan hilang saat menjalankan tugas jurnalistik di tengah erupsi Gunung Anak Krakatau.

Doa bersama tersebut digelar di Kompleks Balla Lompoa, Kabupaten Gowa, Kamis (17/9/2026) malam.

Kegiatan ini menjadi bentuk empati dan dukungan moral IJTI Sulselbar bagi para jurnalis yang hingga kini belum diketahui keberadaannya setelah menjalankan tugas peliputan.

Ketua IJTI Pengda Sulselbar, Andi Muhammad Sardi, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia berharap seluruh jurnalis yang hilang dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.

Menurut Sardi, peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam menjalankan aktivitas jurnalistik, terutama ketika jurnalis bertugas di wilayah yang memiliki risiko tinggi.

“Tidak ada berita seharga nyawa,” kata Andi Muhammad Sardi.

Ia menegaskan, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, jurnalis dituntut untuk menjalankan tugas mencari dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, namun aspek keselamatan tidak boleh diabaikan.

Sardi juga menekankan pentingnya edukasi mengenai safety journalism atau keselamatan dalam peliputan bagi insan pers maupun perusahaan media.

“Ini yang kita harapkan ke depan kepada semua pihak untuk memahami betul keselamatan dalam liputan. Baik organisasi profesi, maupun perusahaan media itu sendiri,” ujarnya.

Ia berharap kejadian tersebut menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak yang berkaitan dengan kerja jurnalistik agar aspek keselamatan mendapat perhatian yang lebih serius dalam setiap penugasan.

Doa bersama di Kompleks Balla Lompoa pun menjadi momentum bagi insan pers di Sulselbar untuk mendoakan keselamatan para jurnalis yang hilang sekaligus menguatkan komitmen terhadap penerapan standar keselamatan dalam menjalankan tugas jurnalistik.