SULSELNEWS.NET – Warga Jalan Lanraki Baru, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria berinisial AU (45) di dalam kamar kosnya, Senin (06/7/26).
Korban yang diketahui bekerja sebagai sopir ekspedisi ditemukan pertama kali oleh kerabatnya yang datang untuk menjenguk. Saat ditemukan, AU sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan luka terbuka di bagian wajah dan terbaring di atas tempat tidur.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Biringkanaya bersama Tim Inafis Polrestabes Makassar dan Tim Bidokkes Polda Sulawesi Selatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dalam proses olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk sebuah cangkul yang ditemukan di dekat korban dengan bercak yang diduga darah. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk awal dalam penyelidikan dugaan tindak pidana pembunuhan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban baru sekitar tiga bulan menempati kamar kos tersebut. Warga sekitar mengenal korban sebagai pribadi yang tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sehari-hari, korban bekerja sebagai sopir ekspedisi dan kembali ke kamar kos usai menyelesaikan pekerjaannya.
Kapolsek Biringkanaya, Kompol Setiawan Malik, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan secara intensif untuk mengungkap motif serta memburu pelaku yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Kami masih melakukan penyelidikan secara mendalam terkait kasus ini. Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk cangkul yang ditemukan di lokasi kejadian. Saat ini kami juga sedang mendalami motif serta memburu pelaku yang diduga terlibat. Kami meminta masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera menyampaikannya kepada pihak kepolisian,ujarnya”.
Sementara itu, jenazah korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk menjalani autopsi. Hasil autopsi nantinya akan menjadi bagian dari proses penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait peristiwa tersebut agar segera melapor kepada pihak kepolisian untuk membantu proses pengungkapan kasus.












