SULSELNEWS.NET–Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, terus berkomitmen dalam mengoptimalkan mutu pelayanan Keluarga Berencana (KB) di wilayahnya.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah dengan menyelenggarakan kegiatan peningkatan kompetensi bagi para pengelola dan petugas logistik alat dan obat kontrasepsi (alokon) serta sarana penunjang pelayanan KB.
Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan ini menyasar peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di lini logistik.
Ketersediaan layanan KB yang prima di lapangan dinilai sangat bergantung pada performa dan manajemen pengelolaan logistik yang solid.
Pihak DPPKB Kota Makassar menegaskan bahwa pengelola dan petugas logistik memiliki tanggung jawab krusial di garda belakang. Mereka wajib memastikan seluruh rantai pasok—mulai dari proses pengadaan, sistem penyimpanan, hingga proses distribusi alokon—dapat berjalan dengan prinsip tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran.
Melalui penguatan kompetensi petugas ini, DPPKB Makassar berharap mata rantai distribusi alat kontrasepsi tidak mengalami kendala atau kekosongan di fasilitas kesehatan. Dengan pengelolaan logistik yang efektif, aman, dan berkelanjutan, pemenuhan hak-hak reproduksi masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal demi mendukung terciptanya keluarga yang sehat, bahagia, dan berkualitas di Kota Makassar. (*)












