SULSELNEWS.NET– Warga Kabupaten Gowa kembali digegerkan dengan peristiwa seorang pria yang diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Kembar di atas Sungai Jeneberang, Jumat (12/6/2026) malam.
Peristiwa tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat dan pengguna jalan. Banyaknya warga serta pengendara roda dua yang memadati area Jembatan Kembar untuk menyaksikan proses pencarian korban menyebabkan arus lalu lintas mengalami kepadatan hingga memicu kemacetan.
Masyarakat yang penasaran berdatangan setelah beredarnya informasi di media sosial mengenai adanya seorang pria yang melompat dari atas jembatan.
Tim SAR gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan pencarian serta penyisiran di aliran Sungai Jeneberang.
Orang tua korban, Sonnang Daeng Nangka (56), mengaku tidak menyangka putranya, Muhammad Ikmal (25), akan melakukan tindakan nekat tersebut.
“Karena anaknya, baik sekali. Dia juga termasuk remaja masjid. Apalagi tadi malam itu, dia sempat mengaji, cuma memang ada kelainan jiwa, sama anak saya,” ujarnya.
Korban diketahui merupakan warga Dusun Bontomajannang, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa.
Menurut Daeng Nangka, sebelum kejadian, putranya sempat meminta izin keluar rumah usai salat Magrib dengan mengendarai sepeda motor. Saat itu, Ikmal mengatakan akan pergi melayat ke rumah duka.
“Saya juga kaget dan sempat berfirasat kepada anak saya, tetapi saya maklumi dengan kondisi mentalnya anakku. Sebelum dia lompat dari atas jembatan, di rumah biasa saja, tidak ada terjadi apa-apa, kondisinya baik-baik saja, hingga pukul 22.00 WITA, saya mendengar kabar, anak saya bunuh diri dengan melompat dari atas jembatan,” ucapnya dengan tertunduk sedih.
Setelah melakukan pencarian selama beberapa jam, Tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban dengan kondisi meninggal dunia.
Jenazah korban pun langsung di bawah ke rumah duka di Kecamatan Pallangga, Gowa.
Sementara itu, sejumlah personel Satlantas Polres Gowa tampak sibuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi. Banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan menyebabkan terjadinya penumpukan kendaraan dan kemacetan.












