News  

Dari Lahan Sempit Jadi Kebun Kota, Warga Makassar Belajar Urban Farming dan Kelola Limbah

SULSELNEWS.NET –Komunitas Jalan Bareng bersama Yayasan Butta Porea Indonesia dan Masterbul Pongtiku menggelar kegiatan Menelusuri Kota Lebih Lambat di Urban Farming Teratai, Jalan Kalumpang, Kelurahan Timongan Lompoa, Kecamatan Bontoala, Makassar, Minggu pagi, 4 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan mengedukasi warga tentang pemanfaatan lahan terbatas untuk pertanian perkotaan, pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal, serta pengurangan sampah. Acara dihadiri Lurah Timongan Lompoa Harlawati, Founder Jalan Bareng Muhammad Payyad, Masterbul Pongtiku, dan RT/RW setempat.

Mashud Azikin, anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar sekaligus Ketua Divisi Lingkungan Hidup Yayasan Butta Porea Indonesia, menyampaikan materi mengenai keterkaitan urban farming, pengelolaan air limbah domestik, dan pengurangan sampah.

Peserta mempelajari pemanfaatan ruang terbatas untuk produksi pangan serta pengelolaan limbah di tingkat komunitas. Dalam kegiatan tersebut, Masterbul Pongtiku menyerahkan tempat sampah kepada pengelola atau warga sekitar, yang kemudian dilanjutkan dengan panen pakcoy.

Kegiatan ini menekankan pentingnya keterlibatan warga, ketersediaan fasilitas, dan pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dalam mendukung lingkungan perkotaan.