News  

Basarnas Tambah RB 220 Mataram di Hari Keenam SAR KM Nurul Salsa, Swimvest dan Tas Korban Jadi Petunjuk Baru

SULSELNEWS.NET – Memasuki hari keenam Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Basarnas kembali memperkuat operasi dengan mengerahkan tambahan armada laut dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram.

Tambahan kekuatan tersebut berupa Rescue Boat (RB) 220 Mataram beserta 17 personel rescue yang diterjunkan untuk memperluas jangkauan pencarian terhadap 18 korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan penambahan armada dan personel dilakukan untuk mengoptimalkan operasi SAR yang memasuki fase pencarian hari keenam.

“Pada hari keenam operasi, Basarnas kembali menambah kekuatan dengan mengerahkan Rescue Boat 220 dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Mataram beserta 17 personel rescue. Penambahan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan operasi pencarian agar jangkauan area pencarian semakin luas dan peluang menemukan korban yang masih hilang dapat dimaksimalkan,” ujarnya.

RB 220 Mataram bergerak dari Dermaga PT Pelindo III Lembar menuju Pelabuhan Badas, Sumbawa, sebelum bergabung dengan unsur SAR lainnya di lokasi pencarian. Kehadiran armada tambahan ini diharapkan dapat memperkuat penyisiran di tengah kondisi perairan yang masih dipengaruhi gelombang setinggi 2 hingga 3 meter.

Di tengah proses pencarian, Tim SAR Gabungan juga memperoleh petunjuk baru. KRI Marlin-877 menemukan satu unit swimvest yang hanyut di perairan utara Pulau Sanipa. Swimvest tersebut bertuliskan “KM Nurul Salsa” dan langsung diamankan untuk dianalisis sebagai bagian dari pengembangan operasi pencarian.

Selain itu, Basarnas menerima laporan dari nelayan di perairan Pangkep terkait penemuan sebuah rakit gabus yang di atasnya terdapat sebuah tas berisi identitas yang diduga milik salah seorang penumpang KM Nurul Salsa.

“Kami mendapatkan informasi dari nelayan Pangkep telah ditemukan sebuah rakit gabus yang di atasnya ada sebuah tas, yang kami yakini barang tersebut milik penumpang KM Nurul Salsa. Saat ini kami terus menelusuri informasi tersebut di wilayah Perairan Pangkep,” kata Arif.

Pada hari keenam, area pencarian diperluas menjadi 1.980 nautical mile persegi (nm²) yang dibagi ke dalam lima sektor dan enam Search and Rescue Unit (SRU). Selain penyisiran melalui jalur laut, pemantauan udara juga dilakukan menggunakan pesawat Boeing B737-200 TNI AU untuk menyisir seluruh sektor pencarian.

Berdasarkan data terbaru hingga Senin (20/7), jumlah korban dalam insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa tercatat sebanyak 78 orang, dengan rincian 59 orang selamat, 1 orang meninggal dunia, dan 18 orang masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus melakukan evaluasi harian dan koordinasi lintas instansi guna memaksimalkan peluang menemukan seluruh korban yang belum ditemukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *