https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8135482754179729
News  

Tak Ingin Anak Pulau Tertinggal, Appi Siapkan Beasiswa hingga Transportasi Laut Gratis

SULSELNEWS.NET — Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus mendorong pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau Appi memastikan warga Kecamatan Kepulauan Sangkarrang mendapat akses layanan dasar dan fasilitas publik yang semakin setara dengan masyarakat di wilayah daratan.

Hal itu disampaikan Appi saat menghadiri Pesta Rakyat dalam rangka perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Kepulauan Sangkarrang, Jumat (4/9/2026) malam.

Appi mengatakan kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan.

“Kunjungan kami malam ini, di wilayah kepulauan Sangkarrang untuk merasakan langsung kondisi yang setiap hari dihadapi masyarakat pulau,” ujar Appi.

Menurutnya, Pemkot Makassar tidak ingin pembangunan hanya terpusat di wilayah daratan. Berbagai program dan fasilitas akan terus didorong untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pulau.

“Kami hadir bukan hanya membawa cerita, tapi ada program, ada fasilitas dan ada visi pembangunan dan pemerataan pembangunan yang kami akan hadirkan di semua pulau di wilayah Kecamatan Sangkarrang,” tambahnya.

Anak Pulau Disiapkan Beasiswa Mulai 2027

Salah satu perhatian utama Pemkot Makassar adalah sektor pendidikan. Appi menyebut sejumlah sekolah di wilayah kepulauan yang sebelumnya telah disurvei mulai memasuki tahap pembangunan.

Sebagian pembangunan bahkan telah rampung, sementara sejumlah lainnya masih dalam proses administrasi untuk mendapatkan dukungan pembangunan.

Tak hanya memperkuat fasilitas sekolah, Pemkot Makassar juga menyiapkan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak yang berasal dari wilayah kepulauan.

Appi memastikan pemberian beasiswa bagi anak pulau yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi mulai dipersiapkan untuk tahun 2027.

“Mulai tahun 2027 saya sudah menyampaikan kepada Pak Sekda untuk memastikan pemberian beasiswa kepada anak-anak pulau yang akan menempuh pendidikan yang lebih tinggi lagi,” katanya.

Menurut Appi, kebijakan tersebut penting untuk memastikan anak-anak yang tinggal di kepulauan memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan pendidikan dan kualitas sumber daya manusia.

“Ini penting sekali untuk memastikan supaya kehidupan dan pendidikan saudara-saudara kita yang ada di pulau ini bisa juga ikut naik sama dengan saudara-saudara kita yang ada di daratan,” ujarnya.

Kantor Lurah hingga Jalan Pulau Dibangun

Selain sektor pendidikan, Pemkot Makassar juga menyiapkan pembangunan fasilitas pemerintahan di wilayah kepulauan.

Kantor Lurah Barrang Lompo dipastikan masuk dalam penganggaran 2027. Pembangunan tersebut diharapkan membuat pelayanan pemerintahan kepada masyarakat menjadi lebih representatif.

“Tahun depan (2027) sudah masuk dalam penganggaran kita untuk memastikan Kantor Lurah Barrang Lompo ini akan dibangun sesuai dengan peruntukannya,” kata Appi.

Pembangunan kantor lurah tersebut juga akan diupayakan berjalan bersamaan dengan pembangunan Kantor Urusan Agama (KUA) di Kecamatan Kepulauan Sangkarrang.

Di sektor infrastruktur, Pemkot Makassar akan membenahi sejumlah ruas jalan di pulau serta meningkatkan penerangan jalan.

Appi meminta Dinas Pekerjaan Umum turun langsung melakukan survei terhadap ruas jalan yang membutuhkan perbaikan.

“Perbaikan jalan ini dengan Dinas PU akan turun mensurvei di beberapa ruas jalan yang ada di pulau,” ungkapnya.

Dermaga dan Transportasi Laut Gratis

Persoalan konektivitas juga menjadi perhatian Pemkot Makassar. Appi menyebut penyediaan dermaga yang memadai menjadi salah satu kebutuhan penting bagi masyarakat kepulauan.

Menurutnya, beberapa dermaga diperlukan agar kapal dapat bersandar dengan lebih baik sehingga mobilitas masyarakat antarpulau dapat semakin mudah.

Namun, Appi mengakui pembangunan dermaga bukan sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kota. Karena itu, Pemkot Makassar akan berkoordinasi dengan instansi terkait.

“Yang paling penting yang kami usahakan sekarang ini penyediaan beberapa dermaga untuk kapal sandar di beberapa pulau yang ada di Kecamatan Sangkarrang,” katanya.

“Walaupun ini tidak mudah karena kebijakannya tidak ada di pemerintah kota, tapi kami akan mencoba mengakses ke instansi terkait untuk memastikan kehadiran dermaga-dermaga yang ada di kumpulan Sangkarrang ini,” lanjutnya.

Untuk mendukung mobilitas warga, Pemkot Makassar juga tengah menyiapkan skema transportasi laut antarpulau.

Appi mengatakan layanan pete-pete laut dan frekuensi perjalanan kapal akan ditingkatkan sehingga masyarakat dapat memanfaatkan transportasi tersebut secara gratis.

“Insyaallah penambahan Pete-pete laut dan jam berputar kapal laut akan kita tingkatkan untuk memastikan sarana transportasi antar pulau ini bisa jalan dengan gratis,” ungkapnya.

Pemkot Makassar masih mematangkan rute dan pola operasional transportasi laut tersebut agar layanan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami akan memastikan ini menjadi sarana transportasi yang bisa dipergunakan oleh masyarakat pulau sehingga dalam rangka mengakses kegiatan perjalanan sudah tidak ribet lagi,” jelas Appi.

Guru di Pulau Harus Pahami Karakter Masyarakat

Pemkot Makassar juga akan memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah sekolah kepulauan yang masih kekurangan guru.

Namun, Appi menekankan bahwa guru yang ditempatkan di wilayah kepulauan tidak hanya dituntut memenuhi jumlah tenaga pengajar.

Guru juga diharapkan memahami karakter masyarakat dan peserta didik yang tinggal di pulau.

“Begitu pula dengan guru-guru untuk mencukupi kebutuhan pendidikan, beberapa masyarakat atau beberapa sekolah yang masih membutuhkan tambahan guru di pulau akan kita cukupi,” katanya.

Appi berharap guru yang bertugas di pulau dapat tinggal bersama masyarakat sehingga lebih memahami kebutuhan dan kondisi anak didiknya.

“Guru-guru yang ada di pulau adalah guru-guru yang mengerti dengan karakter orang-orang yang ada di pulau. Guru-guru yang ada di pulau adalah guru-guru yang mau tinggal bersama masyarakat yang ada di pulau,” tegasnya.

Ia tidak ingin pola penugasan guru hanya sebatas datang ke pulau untuk mengajar, kemudian meninggalkan wilayah tugas dalam waktu lama.

“Guru yang tinggal bersama masyarakatnya, guru yang mengerti apa yang menjadi kebutuhan murid-muridnya, guru yang mampu memberikan tambahan pelajaran dan nilai-nilai lainnya, yang mampu berkomunikasi dengan orang,” katanya.

Appi: Pembangunan Pulau untuk Kesejahteraan Warga

Dalam kesempatan tersebut, Appi mengapresiasi Camat Kepulauan Sangkarrang beserta jajaran, ketua RT, ketua RW, dan tokoh masyarakat yang selama ini mendukung program pemerintah.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus diperkuat agar berbagai program prioritas di wilayah kepulauan dapat berjalan maksimal.

“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Camat serta seluruh jajaran, ketua RT, ketua RW, tokoh-tokoh masyarakat untuk terus memberikan support dan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan prioritas yang akan diberikan,” kata Appi.

Appi menegaskan seluruh program pembangunan tersebut bukan semata-mata untuk kepentingan pemerintah, melainkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia ingin masyarakat Kepulauan Sangkarrang tidak merasa tertinggal hanya karena tinggal di wilayah kepulauan.

“Berharap bahwa apa yang kita lakukan ini bukan kepentingan pemerintah, tapi kepentingan dan kesejahteraan seluruh warga masyarakat, khususnya yang ada di Kepulauan Sangkarrang,” tutup Appi.

Dalam kunjungan tersebut, Appi didampingi Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kehadiran mereka disambut hangat masyarakat Pulau Barrang Lompo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *