https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8135482754179729
News  

Gempa Nagekeo Bikin Warga Kesulitan Air, PMI Salurkan 20.000 Liter ke 3 Desa

SULSELNEWS.NET— Gempa bumi yang melanda Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menyisakan persoalan bagi masyarakat terdampak. Salah satunya adalah keterbatasan akses terhadap air bersih akibat sejumlah infrastruktur air yang belum berfungsi optimal.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Nagekeo terus membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat. Terbaru, PMI menyalurkan 20.000 liter air bersih kepada masyarakat di tiga desa, yakni Desa Marapokot, Desa Nggolonio, dan Desa Aeramo.

Bantuan tersebut disalurkan melalui layanan Water, Sanitation and Hygiene (WASH) dengan menggunakan sumber air dari sumur bor Lape.

Air kemudian didistribusikan langsung ke wadah penampungan milik masyarakat, seperti viber dan bak semen.

“Setelah gempa, kebutuhan air bersih menjadi salah satu hal yang cukup penting bagi masyarakat. Kami berusaha memastikan air bisa sampai langsung ke warga yang membutuhkan, sehingga mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Ketua PMI Kabupaten Nagekeo, Kristianus Pantaleon Jogo.

Di Desa Marapokot, PMI menyalurkan 5.000 liter air bersih ke Posko TPU. Bantuan tersebut menjangkau 53 kepala keluarga atau sebanyak 203 jiwa.

Penerima manfaat termasuk kelompok rentan, seperti lanjut usia, balita, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Selanjutnya, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke RT 03 dan RT 04 Desa Nggolonio. Distribusi tersebut diperuntukkan bagi tujuh kepala keluarga atau 28 jiwa.

Sementara di RT 17 Desa Aeramo, PMI kembali mendistribusikan 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan lima kepala keluarga atau 33 jiwa.

Mayoritas penerima bantuan di wilayah tersebut merupakan anak-anak, lanjut usia, dan ibu menyusui.

Selain menyalurkan air kepada masyarakat di tiga desa, PMI juga mendistribusikan satu rit air bersih untuk memenuhi kebutuhan air di posko.

Dengan demikian, total distribusi dalam layanan terbaru tersebut mencapai empat rit atau 20.000 liter air bersih.

PMI Sudah Salurkan 120.000 Liter Air Bersih

Penyaluran terbaru ini menambah jumlah bantuan air bersih yang telah diberikan PMI selama respons tanggap darurat gempa bumi di Kabupaten Nagekeo.

Hingga Jumat (4/9/2026), PMI Kabupaten Nagekeo tercatat telah mendistribusikan 120.000 liter air bersih kepada masyarakat terdampak dan posko sejak layanan penyaluran air dimulai pada 5 Agustus 2026.

Kristianus mengatakan PMI akan terus memantau kondisi dan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Kami akan terus memantau kebutuhan air bersih di masyarakat dan menyesuaikan dengan layanan penyaluran air bersih kami. Kami juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga wadah air agar tetap bersih dan menggunakan air secara bijak,” tambah Kristianus.

Layanan air bersih menjadi salah satu prioritas PMI dalam membantu masyarakat terdampak bencana gempa di Nagekeo.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh masih banyaknya infrastruktur air yang belum berfungsi dengan baik setelah mengalami kerusakan akibat gempa. Di sisi lain, sejumlah wilayah juga menghadapi kondisi kekeringan yang semakin meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih.

PMI memastikan layanan distribusi air akan terus disesuaikan dengan kebutuhan warga di lapangan selama masa tanggap darurat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *