News  

Pendaki Gunung Bulu Baria Dievakuasi Tim SAR Usai Jatuh dari Hammock dan Cedera Tulang

Oplus_16908288

SULSELNEWS.NET — Seorang pendaki Gunung Bulu Baria di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dievakuasi Tim SAR Gabungan setelah mengalami cedera serius akibat terjatuh dari hammock saat bermalam di jalur pendakian.

Korban diketahui bernama Reyhan (25). Ia mengalami cedera pada bagian tulang ekor hingga tidak mampu berjalan setelah terjatuh dari hammock di Pos 8 Gunung Bulu Baria pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Menerima laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar langsung mengerahkan tim penyelamat untuk memberikan bantuan evakuasi medis.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Gowa sebelum memberangkatkan 10 personel Rescuer dari Kantor SAR Makassar pada Sabtu pukul 16.00 Wita.

Tim diberangkatkan menggunakan truk personel dengan membawa perlengkapan komunikasi, peralatan medis, serta perlengkapan evakuasi khusus untuk menjangkau lokasi korban.

“Setelah menerima laporan, kami segera menerjunkan personel untuk bergerak ke lokasi kejadian di Gunung Bulu Baria demi memberikan bantuan evakuasi medis darurat kepada korban,” ujar Andi Sultan.

Setelah menempuh perjalanan menuju lokasi, Tim Rescuer Basarnas Makassar tiba di Pos Registrasi Pendakian Gunung Bulu Baria sekitar pukul 21.55 Wita dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan yang telah berada di lokasi.

Pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 04.00 Wita, tim berhasil mencapai posisi korban. Petugas kemudian memberikan penanganan medis awal, menstabilkan kondisi korban, serta memasangkan tandu spinal guna memastikan proses evakuasi berlangsung aman.

Korban selanjutnya dievakuasi menyusuri jalur pendakian menuju Pos Registrasi. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat medan yang cukup terjal dan membutuhkan koordinasi seluruh personel SAR gabungan.

“Pada pukul 04.00 dini hari tim SAR gabungan telah berhasil mengevakuasi korban dari Pos 8 menuju Pos Registrasi dan diperkirakan tiba di posko registrasi sekitar pukul 13.00 Wita,” lanjut Andi Sultan.

Operasi penyelamatan tersebut melibatkan Basarnas Makassar, BPBD Kabupaten Gowa, serta unsur SAR gabungan lainnya yang turut dibantu masyarakat setempat. Berkat kerja sama seluruh tim, proses evakuasi dapat berlangsung dengan aman meski harus menghadapi medan pendakian yang menantang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pendaki agar selalu mengutamakan aspek keselamatan selama berada di kawasan pegunungan, termasuk memastikan penggunaan hammock dipasang dengan benar dan memilih lokasi yang aman untuk beristirahat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *