SULSELNEWS.NET – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar terus mengintensifkan operasi pencarian terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.
Kapal yang berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA itu mengalami mati mesin saat berada di tengah laut. Dalam kondisi cuaca dan gelombang yang tidak bersahabat, kapal kemudian tenggelam di sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan tim SAR gabungan setelah menerima laporan kejadian.
“Begitu menerima informasi terkait KM Nurul Salsa yang mengalami mati mesin di perairan Selayar, kami segera menggerakkan unsur SAR untuk melakukan pencarian dan evakuasi terhadap seluruh penumpang serta awak kapal,” ujar Arif.
Upaya penyelamatan membuahkan hasil ketika KM Harapan Kita yang bergerak dari Pulau Jampea berhasil menemukan dan mengevakuasi para korban pada Kamis (16/7) sekitar pukul 04.00 WITA. Selain itu, sejumlah korban juga berhasil diselamatkan oleh kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian dan dibawa ke Pulau Polassi.
Berdasarkan data terbaru, jumlah orang yang berada di atas KM Nurul Salsa mencapai 74 orang. Hingga saat ini, 49 orang dinyatakan selamat, 1 orang meninggal dunia, sementara 24 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Arif menjelaskan, jumlah penumpang sempat mengalami perubahan karena proses pendataan dan verifikasi masih berlangsung.
“Data korban ini masih belum final. Tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga dan terus melakukan verifikasi. Kami berharap tidak ada lagi tambahan laporan penumpang yang belum terdata,” jelasnya.
Operasi pencarian melibatkan Tim Rescue Pos SAR Selayar, Kantor Basarnas Makassar, TNI AL, ABK KRI Marlin 877, ABK KM Harapan Kita, BPBD Selayar, Syahbandar, SROP Selayar, Polair, serta kapal-kapal nelayan yang ikut membantu proses evakuasi.
Saat ini, pencarian difokuskan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal dengan mengacu pada perhitungan Search and Rescue Planning (SARMAP) untuk memperbesar peluang menemukan para korban yang masih hilang.
Basarnas memastikan operasi SAR akan terus dilakukan secara maksimal hingga seluruh korban berhasil ditemukan.












