News  

Kemarau Picu Lonjakan Kebutuhan LPG 3 Kg di Soppeng, Pertamina Optimalkan Distribusi

SULSELNEWS.NET – Musim kemarau yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Soppeng dalam beberapa pekan terakhir mendorong peningkatan kebutuhan LPG 3 kilogram (kg), terutama untuk mendukung aktivitas irigasi lahan pertanian. Menyikapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan penyaluran LPG bersubsidi tetap berjalan normal dan terus dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Sales Branch Manager Sulselbar VII Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mulian Pratama, mengatakan rata-rata penyaluran LPG 3 kg di Kabupaten Soppeng mencapai 10.661 tabung per hari. Hingga saat ini, distribusi dari agen ke pangkalan resmi disebut berlangsung sesuai jadwal.

“Penyaluran LPG 3 Kg di Kabupaten Soppeng berjalan lancar sesuai jadwal distribusi. Pertamina terus melakukan pemantauan bersama agen dan pangkalan untuk memastikan pasokan tersedia dan dapat disalurkan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Mulian.

Berdasarkan hasil monitoring di lapangan, meningkatnya kebutuhan LPG 3 kg dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Sebagian wilayah Kabupaten Soppeng diketahui telah mengalami periode tanpa hujan selama sekitar satu bulan, sehingga penggunaan LPG untuk mengoperasikan pompa irigasi lahan pertanian ikut meningkat.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina melakukan pemantauan secara intensif sekaligus mengoptimalkan penyaluran LPG 3 kg di sejumlah wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan, khususnya di Kecamatan Marioriawa, Ganra, Donri-Donri, dan Marioriwawo. Upaya tersebut dilakukan untuk memperkuat ketersediaan stok agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan koordinasi terus dilakukan bersama pemerintah daerah, agen, pangkalan, Hiswana Migas, serta para pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kelancaran distribusi LPG bersubsidi.

“Pertamina terus memantau dinamika kebutuhan energi di setiap daerah agar distribusi LPG 3 Kg dapat menyesuaikan kondisi di lapangan. Koordinasi dengan seluruh mata rantai distribusi juga terus diperkuat sehingga penyaluran kepada masyarakat berlangsung lancar, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Lilik.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi agar memperoleh harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah. Apabila masyarakat menemukan kendala layanan atau dugaan pelanggaran dalam penyaluran LPG bersubsidi, laporan dapat disampaikan melalui Pertamina Contact Center (PCC) 135 untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *