
SULSELNEWS.NET — Antrean kendaraan untuk mengisi BBM subsidi jenis solar masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sulawesi Selatan dalam beberapa pekan terakhir. Menanggapi kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok Biosolar tetap aman dan antrean bukan disebabkan kelangkaan pasokan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat terkait antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Namun, ia menegaskan pasokan BBM subsidi di wilayah Sulawesi Selatan masih dalam kondisi aman.
“Jadi kita di Sulsel memang ada antrean, tapi Alhamdulillah kita bisa mengatasi. Pertamina memahami kekhawatiran publik terkait adanya antrean maupun narasi bahwa BBM langka,” kata Lilik dalam jumpa pers di Makassar, Rabu (22/7).
Menurutnya, antrean panjang lebih dipengaruhi meningkatnya permintaan atau demand Biosolar dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi tersebut membuat sejumlah SPBU mengalami lonjakan kendaraan yang datang secara bersamaan untuk melakukan pengisian.
“Kita memahami bahwa antrean memang terjadi di lapangan. Ini diakibatkan dengan adanya demand yang cukup tinggi akhir-akhir ini di lapangan,” ujarnya.
Lilik menegaskan, dari sisi pasokan tidak terdapat kendala. Pertamina terus menyalurkan BBM ke seluruh SPBU sesuai jadwal distribusi yang telah ditetapkan dan melakukan pemantauan secara berkala agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
“Kami memastikan dari sisi pasokan, Insya Allah Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi terus berikhtiar maksimal bahwa pasokan kita dalam kondisi aman. Distribusi BBM ke seluruh SPBU tetap berjalan secara rutin,” tegasnya.
Untuk mengurangi antrean, Pertamina juga melakukan sejumlah langkah percepatan distribusi. Sales Branch Manager V Fuel Area Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fandy Achmad Sitaba, mengatakan koordinasi dengan Fuel Terminal terus diperkuat agar penyaluran BBM ke SPBU dapat berlangsung lebih cepat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah memajukan jam operasional depot di Makassar sehingga mobil tangki dapat berangkat lebih awal menuju SPBU yang diperkirakan mengalami lonjakan permintaan.
“Jam operasional depot kita majukan jadi lebih pagi. Per hari ini sudah dilakukan oleh tim Fuel Terminal Makassar untuk melakukan pengiriman lebih pagi dari normalnya untuk mengakomodir area-area yang memang sudah kita plotting akan terjadi antrean yang cukup tinggi,” jelas Fandy.
Ia menambahkan, percepatan distribusi diharapkan dapat mempercepat pengisian stok di SPBU sehingga antrean kendaraan bisa berangsur berkurang.
Sebelumnya, antrean panjang kendaraan, khususnya truk, sempat terjadi di sejumlah SPBU di Makassar dan beberapa daerah di Sulawesi Selatan. Pertamina menyebut kondisi tersebut dipicu tingginya permintaan Biosolar, bukan karena terjadinya kelangkaan stok BBM subsidi.












