SULSELNEWS.NET – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar bekerja sama dengan Yayasan Butta Porea Indonesia menggelar Pelatihan Integrated Urban Farming bagi warga binaan. Kegiatan tersebut resmi dibuka di Aula Lapas Kelas I Makassar, Selasa (10/2/2026).
Pembukaan pelatihan dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno, didampingi Kepala Bidang Bimbingan Kerja (Bimker) Hendrik, beserta jajaran. Sementara dari pihak Yayasan Butta Porea Indonesia hadir Ketua Dewan Pembina Yayasan Andi Fadly Arifuddin Mattotorang serta Ketua Yayasan Andi Pangerang Nur Akbar, bersama para pengurus yayasan.
Ketua Yayasan Butta Porea Indonesia, Andi Pangerang Nur Akbar, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Lapas Kelas I Makassar kepada pihaknya sebagai mitra pengembangan urban farming terintegrasi di lahan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas I Makassar di Jalan Sultan Alauddin.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada Lapas Kelas I Makassar yang telah memilih Yayasan Butta Porea Indonesia sebagai mitra dalam pengembangan urban farming terintegrasi. Ini menjadi bentuk nyata kontribusi kami dalam membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program Integrated Urban Farming yang akan dikembangkan meliputi peternakan ayam petelur dan ayam pedaging, budi daya ikan lele dan nila, pertanian terpadu termasuk hidroponik dan jamur, hingga budi daya maggot sebagai solusi pengelolaan sampah organik berbasis konsep zero waste. Selain itu, juga akan dilakukan pengolahan ulang sampah nonorganik, khususnya sampah plastik.
Pelatihan yang direncanakan berlangsung selama tiga hari ini secara resmi dibuka oleh Kepala Lapas Kelas I Makassar, Sutarno. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut sejalan dengan program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kami menyambut baik kerja sama ini untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Meski lahan kami terbatas, upaya intensif tetap bisa dilakukan untuk memaksimalkan kegiatan urban farming,” kata Sutarno.
Menurutnya, pelatihan ini akan memberi dampak positif bagi sekitar 1.300 warga binaan serta 51 peserta magang yang berada di Lapas Kelas I Makassar.
“Program ini akan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan agar mereka lebih mandiri dan memiliki peluang usaha setelah selesai menjalani masa pembinaan,” tambahnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hiburan berupa penampilan tiga lagu oleh Andi Fadly Arifuddin Mattotorang kepada warga binaan, pengunjung, serta petugas lapas di area kunjungan.
Rangkaian acara kemudian ditutup dengan kunjungan bersama ke Kebun Asimilasi, lokasi yang akan menjadi pusat pembimbingan dan praktik langsung kegiatan Integrated Urban Farming oleh Yayasan Butta Porea Indonesia.












