SULSELNEWS.NET — Bosowa Peduli kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat melalui kegiatan sosial donor darah yang berkolaborasi dengan Pengurus Masjid Nur Intan. Dalam kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (7/11/2026) tersebut, Bosowa Peduli menyiapkan bantuan berupa paket pangan dan tas sekolah bagi jamaah maupun warga yang berpartisipasi sebagai pendonor.
Pelaksanaan kegiatan donor darah ini akan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT Transfusi Darah Pemprov Sulsel.
Ketua Dewan Pembina Masjid Nur Intan, Andy Rafi, S.Kom., berharap kegiatan donor darah kali ini dapat menjaring lebih banyak peserta. Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak menjadi motivasi tersendiri bagi panitia untuk menyukseskan kegiatan tersebut.
Sejumlah pihak yang turut memberikan dukungan di antaranya Bosowa Peduli, Perumda Pasar Kota Makassar, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Pusat.
Andy berharap kegiatan donor darah ini tidak hanya menjadi agenda sosial rutin, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Makassar maupun Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kami berharap jumlah peserta donor darah kali ini semakin meningkat. Dengan dukungan berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu terobosan untuk membantu mengatasi kekurangan stok darah, baik di Kota Makassar maupun di Sulawesi Selatan,” harap Andy, Jumat (6/11/2026).
Sementara itu, perwakilan Bosowa Peduli, Fachru Sawati, menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Masjid Nur Intan merupakan pengalaman pertama pihaknya dalam mendukung kegiatan donor darah yang dilaksanakan di lingkungan masjid.
Menurut Fachru, pihaknya tertarik menjalin kerja sama karena Masjid Nur Intan Lestari memiliki konsistensi dalam menyelenggarakan kegiatan donor darah. Bahkan, kegiatan tersebut rutin dilaksanakan hingga empat kali dalam setahun dan telah berlangsung selama kurang lebih empat tahun.
“Kami sangat tertarik dengan kegiatan ini karena Masjid Nur Intan Lestari memiliki komitmen yang luar biasa. Kegiatan donor darah dilaksanakan secara rutin hingga empat kali dalam setahun dan sudah berjalan selama empat tahun,” ungkap Fachru.
Ia berharap semangat kepedulian yang ditunjukkan oleh pengurus Masjid Nur Intan bersama jamaahnya dapat menjadi inspirasi bagi masjid-masjid lain untuk turut menyelenggarakan kegiatan serupa.
Menurutnya, keterlibatan masjid dalam kegiatan kemanusiaan seperti donor darah merupakan langkah positif untuk memperluas partisipasi masyarakat sekaligus membantu menjaga ketersediaan stok darah pada unit transfusi darah maupun Palang Merah Indonesia (PMI).
“Kami berharap kepedulian yang telah dilakukan oleh Masjid Nur Intan bersama jamaahnya dapat ditularkan ke masjid-masjid lain. Dengan begitu, semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berdonor dan membantu menjaga ketersediaan darah di unit transfusi darah maupun PMI,” tutup Fachrul.












