Oleh: H. A. Ahmad Saransi
SULSELNEWS.NET–Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT) kembali mengukir catatan sejarah manis melalui suksesnya penyelenggaraan Haul 312 dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Wija La Patau Matanna Tikka. Berpusat di Bumi Arung Palakka, Kabupaten Bone, perhelatan akbar ini menjadi panggung hangat yang mempertemukan kembali simpul-simpul kekeluargaan yang telah membentang melintasi batas wilayah dan generasi.
Suasana haru dan heroik menyelimuti jalannya acara saat sanak saudara (wija) datang berbondong-bondong dari pelbagai penjuru. Tidak hanya dihadiri oleh kerabat dari wilayah Sulawesi Selatan, kehangatan silaturahmi ini turut diramaikan oleh kedatangan rumpun keluarga yang melakukan perjalanan jauh dari Kalimantan Timur, Riau, Ternate, Sulawesi Barat, hingga Sulawesi Tenggara. Perbedaan wilayah tak menghalangi semangat saling mempererat tali silaturahmi di antara sesama keturunan Raja Bone XVI tersebut.
Kehadiran sosok Sompunglolo atau kerabat dari Butta Kamase-masea Kajang, Bulukumba menjadi keistimewaan tersendiri yang makin menyemarakkan Silatnas tahun ini. Kedatangan rumpun Kajang Bulukumba dengan kesederhanaan dan keteguhan adatnya memberikan warna kultural yang mendalam, mempertegas betapa luas dan kokohnya jalinan persaudaraan yang telah terikat sejak masa lampau.
Di balik kemegahan dan kelancaran acara, terdapat satu kebanggaan besar yang patut diacungi jempol: seluruh pendanaan kegiatan ini murni bersumber dari urungan (swadaya) anggota PERWIRA LPMT. Tanpa sedikit pun memberatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Bone selaku tuan rumah, prinsip kemandirian dan kegotongroyongan (siamasèi) berhasil dibuktikan secara nyata. Hal ini menunjukkan soliditas, komitmen tinggi, serta rasa kepemilikan yang mendalam dari seluruh pengurus dan anggota terhadap eksistensi organisasi.
Atas terselenggaranya acara yang penuh berkah dan kekeluargaan ini, segenap jajaran pengurus PERWIRA LPMT menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh wija yang telah meluangkan waktu, tenaga, maupun matari untuk hadir dan berkontribusi. Semoga semangat silaturahmi ini terus menyala, menjaga warisan nilai-nilai luhur leluhur, serta mempererat tali persaudaraan Wija La Patau Matanna Tikka hingga ke generasi mendatang.












