SULSELNEWS.NET— Nama Kepala Dinas Pertanian Takalar, Parawangsyah, disebut sangat layak menggantikan Hasbi Bantang di posisi Sekretaris Daerah Takalar. Kabarnya, Hasbi akan segera diganti karena telah lima tahun menjabat dan hubungannya dengan Bupati Takalar Firdaus Dg Manye sudah lama memburuk.
Parawangsyah dikenal sebagai pamong senior dan memiliki hubungan kekerabatan dengan Dg Manye. Ia juga menjadi pusat perhatian usai melontarkan pujian tinggi kepada Dg Manye dalam sebuah forum resmi.
Sebagai pejabat eselon II b, Parawangsyah telah lama diperbincangkan karena kebiasaannya menolak menandatangani berkas sebelum mendapat paraf dari bupati.
Sejumlah kelompok tani yang mengajukan proposal bantuan pertanian mengaku mengalami kesulitan. Setelah berkas dinyatakan lengkap dan diparaf kepala bidang, mereka diminta mengurus paraf bupati terlebih dahulu sebelum sampai ke meja Kadis.
Menurut pengakuan kelompok tani, mendapatkan paraf dari bupati sangat sulit. Padahal pihaknya sudah berusaha mendapatkannya namun gagal.
“Paraf bupati dan tanda tangan Kadis Pertanian itu ibarat berharap hujan di bulan Agustus,” ujar Dg Ngempo, salah seorang ketua kelompok tani.
Kepada kelompok tani, Parawangsyah beralasan dirinya hanya menjalankan tugas dan prosedur dari atasan. Praktik mewajibkan paraf bupati sebelum ditandatangani Kadis Pertanian disebut baru diterapkan di era kepemimpinannya dan belum pernah ditemukan di era kadis sebelumnya.
Salah seorang ketua kelompok tani di Kelurahan Sombabella juga mengaku kesulitan mendapatkan tanda tangan Parawangsyah karena harus diparaf bupati terlebih dahulu. Ia menyebut proposalnya sudah lama berada di meja bupati namun belum mendapat paraf.
“Sulit mendapatkan gas 3 kg atau BBM akhir-akhir ini, tapi jauh lebih sulit mendapatkan tanda tangan pak Kadis Pertanian,” ujar ketua kelompok tani yang namanya minta tidak disebutkan.












