https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8135482754179729
News  

Makassar Bangun Pedestrian Ramah Disabilitas, Jalan Balaikota-Thamrin Jadi Proyek Percontohan

SULSELNEWS.NET— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai membangun kawasan pedestrian yang terintegrasi dan ramah bagi penyandang disabilitas. Jalan Balaikota hingga Jalan MH Thamrin dipilih sebagai proyek percontohan penataan pedestrian di pusat Kota Makassar.

Pembangunan tersebut dirancang tidak hanya untuk memperbaiki kondisi trotoar, tetapi juga menciptakan ruang publik yang aman, nyaman, inklusif, serta mendukung integrasi dengan moda transportasi publik.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan pembangunan pedestrian menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan fasilitas yang dapat digunakan seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan Munafri usai mengikuti rapat koordinasi terkait expose desain pedestrian Kota Makassar di Kantor Balai Kota Makassar, Kamis (3/9/2026).

“Tujuan utamanya tentu menyediakan fasilitas jalan yang aman, nyaman, dan inklusif bagi pejalan kaki,” ujarnya.

“Terlebih lagi bagi disabilitas. Sehingga pembangunan ini mengubah wajah kota menjadi lebih ramah lingkungan,” tambah Munafri.

Menurut Munafri, sejumlah pedestrian di Kota Makassar saat ini masih membutuhkan pembenahan. Kondisi trotoar yang rusak membuat fasilitas tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

“Karena banyak sekali pedestrian di Makassar ini yang rusak. Artinya, pedestrian tersebut hanya terpajang saja dan tidak diutilisasi dengan baik,” katanya.

Karena itu, Pemkot Makassar ingin memastikan pedestrian yang dibangun nantinya benar-benar memiliki fungsi sebagai ruang berjalan kaki yang aman dan nyaman.

“Kita menginginkan pedestrian di Makassar ini benar-benar nantinya dapat dipergunakan oleh para pejalan kaki dengan aman dan nyaman,” tuturnya.

“Selain itu, tentu juga untuk saudara-saudara kita yang disabilitas. Ini penting sekali untuk memastikan bahwa kota ini adalah kota yang inklusif,” sambung dia.

Jalan Balaikota-Thamrin Jadi Proyek Percontohan

Untuk tahap awal, kawasan Jalan Balaikota hingga Jalan MH Thamrin dipilih sebagai proyek percontohan. Sejumlah bagian pedestrian di kawasan tersebut saat ini telah memasuki proses pembongkaran.

Munafri mengatakan hasil pembangunan di kawasan tersebut nantinya akan menjadi acuan untuk pengembangan jalur pedestrian di lokasi lain, terutama kawasan dengan aktivitas pejalan kaki yang tinggi.

“Nah, itu nanti akan menjadi proyek percontohan terlebih dahulu. Nanti kita lihat untuk disambungkan ke jalur-jalur yang memang beban (load) pejalan kakinya tinggi,” ungkapnya.

Desain pedestrian juga akan mengutamakan fungsi utama sebagai jalur pejalan kaki. Fasilitas tersebut nantinya turut memperhatikan kebutuhan pengguna stroller dan aksesibilitas bagi masyarakat berkebutuhan khusus.

“Pedestrian tersebut memang dipergunakan agar orang bisa berjalan kaki, lalu ada stroller di atasnya. Kemudian di bagian luarnya ada pembatas berupa tanaman,” tuturnya.

Lebar Pedestrian Disesuaikan Kondisi Jalan

Terkait ukuran pedestrian, Munafri menyebut lebar trotoar tidak akan dibuat seragam di seluruh ruas jalan.

Penataan akan disesuaikan dengan kondisi dan luas masing-masing jalan sehingga desain pedestrian tetap mempertimbangkan kondisi ruang yang tersedia.

“Ada beberapa, kita sesuaikan dengan jalan, tergantung pada luasan jalannya. Jadi, tidak semua jalan memiliki lebar pedestrian yang sama,” jelasnya.

Dalam proses pembangunan, Pemkot Makassar juga masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait keberadaan utilitas yang berada di sepanjang jalur pedestrian.

Salah satunya adalah tiang dan gardu listrik yang berada di lokasi pembangunan. Pemkot Makassar akan berkoordinasi dengan PT PLN terkait akses, penataan utilitas, hingga aspek estetika kawasan.

“Sedang proses pembongkaran. Namun, ada beberapa hal yang harus kita komunikasikan juga dengan pihak-pihak terkait. Contohnya tiang listrik dan gardu-gardu listrik yang harus kita bicarakan dengan pihak PLN,” kata Munafri.

“Makanya kami akan berbicara dengan pihak PLN karena ini menyangkut masalah akses dan estetika secara keseluruhan,” tambahnya.

Pemkot Makassar berharap penataan pedestrian tersebut dapat menjadi langkah awal untuk menghadirkan jaringan jalur pejalan kaki yang lebih terintegrasi, aman, nyaman, dan inklusif di berbagai kawasan Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *