https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8135482754179729
News  

Makassar Bidik Kerja Sama dengan 3 Kota Jepang, dari Transportasi hingga Pengelolaan Sampah

SULSELNEWS.NET — Pemerintah Kota Makassar terus memperluas jejaring kerja sama internasional dengan sejumlah kota di Jepang. Upaya tersebut dibahas Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham saat mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Jepang, Senin (1/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Aliyah bersama jajaran Pemkot Makassar diterima Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, beserta jajaran pejabat KBRI Tokyo.

Aliyah hadir didampingi Staf Ahli Wali Kota Makassar Herfidha Attas, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Helmy Budiman, serta Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Makassar Andi Zulfitrah.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis, khususnya peluang pengembangan kerja sama internasional melalui skema City-to-City Collaboration Project antara Makassar dengan sejumlah kota di Jepang.

Saat ini, Pemkot Makassar tengah menjalin komunikasi dengan tiga kota di Jepang, yakni Yokohama, Kawasaki, dan Maniwa. Masing-masing kota memiliki potensi kerja sama pada sektor yang berbeda.

Yokohama menjadi mitra potensial dalam bidang transportasi dan energi. Sementara Kawasaki membuka peluang kolaborasi pada sektor manajemen air dan pengendalian banjir.

Adapun Kota Maniwa dinilai memiliki peluang kerja sama dalam bidang ekonomi sirkular dan manajemen persampahan.

Penjajakan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Makassar untuk memperkuat kolaborasi internasional sekaligus mencari praktik dan inovasi yang dapat mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan.

Selain sektor lingkungan, transportasi, energi, dan pengendalian banjir, Aliyah menyebut Pemkot Makassar juga membuka peluang kerja sama di bidang ketenagakerjaan, pengembangan UMKM, hingga pendidikan.

“Berbagai peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Makassar tentu harus terus dijajaki. Mulai dari lingkungan, transportasi, pengendalian banjir, pengembangan ekonomi hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Aliyah.

Makassar Jadi Pembicara di Forum Circular Cities

Kunjungan Pemkot Makassar ke Jepang juga berkaitan dengan undangan Wali Kota Yokohama untuk menghadiri Asia-Pacific Circular Cities Forum (APCC) 2026 yang berlangsung di Yokohama pada 2–4 September 2026.

Makassar menjadi salah satu inisiator Asian Circular Cities Declaration (ACCD) yang mewakili kota-kota di Indonesia.

Dalam forum tersebut, Pemkot Makassar dijadwalkan menjadi pembicara pada Plenary Session 1 pada 3 September 2026.

Makassar akan memaparkan materi bertajuk “Makassar City Waste Management Policy”. Materi tersebut menjadi kesempatan bagi Pemkot Makassar untuk memperkenalkan kebijakan dan komitmen kota dalam pengelolaan persampahan serta pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Aliyah menilai kunjungan ke KBRI Tokyo memiliki arti penting dalam memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Pemkot Makassar dengan berbagai pihak di Jepang.

Menurutnya, dukungan dan jejaring diplomatik juga dibutuhkan untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan menghasilkan program konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui rangkaian agenda tersebut, Pemkot Makassar berharap hubungan dengan berbagai kota di Jepang tidak berhenti pada penjajakan, tetapi dapat berkembang menjadi kolaborasi nyata di berbagai sektor strategis.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan layanan perkotaan, pengelolaan lingkungan, pertumbuhan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *