https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8135482754179729
News  

50 Titik Minta Air Bersih di Makassar, Appi Turun Cek Antrean Warga hingga SPAM

SULSELNEWS.NET — Kebutuhan air bersih warga Kota Makassar terus meningkat di tengah musim kemarau panjang. Pemerintah Kota Makassar mencatat permintaan distribusi air bersih kini telah mencapai sekitar 50 titik dan menjangkau ribuan kepala keluarga (KK).

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi. Pada Rabu (2/9/2026) pagi, Appi turun langsung menyusuri sejumlah lorong permukiman di Kecamatan Tallo hingga Kecamatan Tamalanrea untuk memastikan bantuan air bersih tersalur kepada masyarakat.

Dalam kunjungannya, Appi melihat langsung warga yang mengantre sambil membawa jeriken, galon dan berbagai wadah untuk mendapatkan air bersih yang didistribusikan pemerintah melalui BPBD, Damkarmat dan Dinas PU Kota Makassar.

“Hari ini kami turun langsung di beberapa titik di Kecamatan Tallo dan Tamalanrea melihat SPAM dan distribusi air kepada warga membutuhkan. Kami turun langsung pastikan bantuan tersalur,” kata Appi.

Kehadiran Appi di tengah antrean warga juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami secara langsung. Appi menyapa warga sekaligus memantau proses pengisian air ke wadah yang dibawa masyarakat.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi respons Pemkot Makassar atas aduan warga terkait sulitnya memperoleh air bersih akibat dampak kemarau panjang.

Appi menegaskan, penanganan kekeringan tidak cukup hanya dengan mendistribusikan air menggunakan mobil tangki. Pemerintah juga perlu memastikan infrastruktur penyediaan air seperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dapat berfungsi secara optimal.

“Saya ingin memastikan penanganan tidak berhenti pada pendistribusian air secara darurat, tetapi juga menyentuh ketersediaan infrastruktur air melalui optimalisasi SPAM,” tuturnya.

Rangkaian peninjauan dimulai dari Kelurahan Rappokalling, tepatnya di Jalan Dg Tantu. Dari lokasi tersebut, Appi bergerak menuju Jalan Teuku Umar 15 untuk melihat kondisi masyarakat dan proses pemenuhan kebutuhan air bersih.

Selanjutnya, Appi meninjau sejumlah titik SPAM serta kawasan Rumah Warna-warni di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo.

Peninjauan juga dilakukan di SPAM Air kawasan Kelurahan Kaluku Bodoa, Jalan Butta-butta Ca’di Lorong 4. Setelah itu, Appi mengunjungi SPAM Air Pannampu di Jalan Bersih, Kelurahan Pannampu, tepat di depan Kantor Lurah Pannampu.

Appi kemudian mengecek SPAM Air Pannampu di Jalan Indah dan SPAM Air Kelurahan Buloa di Jalan Sultan Abdullah Raya Lorong 3, tepat di belakang Kantor Lurah Buloa.

Dari Kecamatan Tallo, peninjauan berlanjut ke Kecamatan Tamalanrea. Salah satu titik yang dikunjungi yakni SPAM Air di Kelurahan Parangloe, Jalan Bontoa Barat.

Permintaan Air Bersih Tembus 50 Titik

Appi mengatakan kebutuhan air bersih masyarakat terus meningkat selama musim kemarau. BPBD Kota Makassar yang melakukan pendistribusian air bersih mencatat permintaan telah mencapai sekitar 50 titik.

“Kebutuhan air terus difasilitasi BPBD sudah turun dan setiap hari ada peningkatan jumlah permintaan. Hari ini sudah menuju ke angka 50-an titik yang membutuhkan air bersih,” ujar Appi.

Menurutnya, kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi penurunan tekanan air PDAM selama musim kemarau.

Pemkot Makassar, kata dia, juga telah memberikan pelayanan kepada pelanggan maupun nonpelanggan melalui mobil tangki PDAM untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dari PDAM sudah memberikan pelayanan kepada para pelanggan maupun nonpelanggan melalui mobil tangki PDAM yang disediakan karena tekanan air lagi turun di musim kemarau ini,” jelasnya.

Selain distribusi mobil tangki, Pemkot Makassar mengoptimalkan SPAM yang telah dibangun, termasuk fasilitas yang sedang dalam proses pembangunan maupun pemeliharaan.

“Dari Dinas PU melalui SPAM yang dibangun, ada juga dalam proses pembangunan, ini kita akan optimalisasi dengan baik, memastikan bahwa seluruh sumber air ini bisa terdistribusi dengan baik ke masyarakat,” katanya.

Siapkan Sumur Bor dan Tandon

Pemkot Makassar juga menyiapkan langkah lain untuk mengatasi persoalan air bersih, salah satunya melalui pembangunan sumur bor konvensional di sejumlah kawasan.

Pembangunan tersebut dilakukan bersama tokoh masyarakat untuk mempercepat penyediaan sumber air sekaligus menyiapkan titik penampungan seperti tandon.

Appi menilai keberadaan tandon penting agar distribusi air tidak hanya terkonsentrasi di satu lokasi. Dengan memperbanyak titik penampungan, masyarakat diharapkan tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan air.

“Kita akan melakukan intervensi melalui tokoh-tokoh masyarakat dengan membangun sumur bor yang lebih cepat, sumur bor konvensional, untuk segera memberikan pola penyaluran air dan tempat-tempat penampungan seperti tandon,” ungkapnya.

Pemkot Makassar juga menargetkan pembangunan SPAM baru dilakukan secara bertahap. Tahun ini, terdapat 18 SPAM yang direncanakan untuk dibangun.

Beberapa titik masih dalam proses pengerjaan. Bahkan, sejumlah lokasi telah memasuki tahap pengeboran untuk mencari sumber air.

“Kontraknya tiga bulan, sudah berjalan satu bulan. Jadi tidak lebih dari dua bulan sudah terbangun lagi SPAM yang dalam proses pengerjaan sekarang ini,” kata Appi.

Menurutnya, pembangunan SPAM akan terus dilanjutkan dan ditambah setiap tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan air Kota Makassar.

Meski demikian, Appi mengakui pencarian sumber air melalui sumur bor konvensional memiliki tantangan. Tidak semua pengeboran menghasilkan air dengan kondisi yang sesuai kebutuhan. Di sejumlah lokasi, air yang ditemukan bahkan berwarna hitam atau berbau.

Namun, terdapat pula sumur bor yang berhasil menghasilkan pasokan air meski dibangun dengan kedalaman relatif pendek.

Salah satunya berada di kawasan RB 03. Appi menyebut sumur tersebut hanya menggunakan satu pipa dengan kedalaman sekitar empat meter, tetapi mampu mendistribusikan air ke sejumlah rumah warga.

Karena itu, Pemkot Makassar berencana menambah titik sumur bor di sekitar lokasi yang berhasil sekaligus memperkuat sistem penampungan air.

“Yang paling penting adalah tempat penampungannya seperti tandon-tandon penampungan itu harus diatur dengan baik supaya kebutuhan masyarakat tidak terfokus pada satu tempat, tapi sudah bisa terdistribusi,” ujarnya.

BTT Sudah Digunakan untuk Penanganan Kekeringan

Dalam penanganan dampak kemarau panjang, Pemkot Makassar juga telah menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT).

Appi memastikan anggaran tersebut sudah dapat digunakan karena kondisi kekeringan yang berlangsung cukup panjang membutuhkan intervensi pemerintah secara lebih besar.

“Sudah, BTT-nya ini sudah jalan karena kita sudah masuk ke dalam wilayah tanggap darurat karena musim kering ini sangat panjang,” tegasnya.

Pemkot Makassar memastikan penanganan kebutuhan air bersih akan terus diperkuat melalui kombinasi distribusi air menggunakan mobil tangki, optimalisasi SPAM, pembangunan sumur bor dan penyediaan tandon.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus memperkuat ketahanan air Makassar menghadapi kemarau berkepanjangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *