https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8135482754179729
News  

23 Rumah Terbakar di Asrama Mattoangin Makassar

SULSELNEWS.NET —Kebakaran hebat melanda kompleks asrama Kodam Mattoanging yang terletak di persimpangan Jalan Padjonga Daeng Ngalle dan Jalan Opu Daeng Risadju, Kecamatan Mariso, Makassar. Sebanyak 23 rumah hangus terbakar dalam insiden tersebut.

“Jumlah rumah yang terbakar itu perkiraan dari informasi petugas dan pendataan sementara itu 23,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar, Fadli Wellang, di lokasi kejadian, Selasa (1/9/2026).

Laporan kebakaran pertama kali diterima Markas Komando (Mako) Damkar Makassar pada pukul 13.41 WITA, meski kobaran api diperkirakan sudah mulai membesar sejak pukul 13.00 WITA.

Fadli mengungkapkan bahwa penanganan pemadaman kebakaran api membutuhkan waktu lebih dari satu jam.

“Pemadaman berlangsung kurang lebih 1 jam 20 menit. Kami menurunkan sekitar 25 unit armada ditambah satu unit tim rescue, dengan total personel kurang lebih 78 orang di lapangan,” ujarnya.

Fadli mengungkapkan, tim pemadam sempat menghadapi kendala akibat sempitnya akses jalan menuju titik api serta angin yang bertiup kencang, yang mempercepat penyebaran kobaran api antar-bangunan.

“Jalan akses tadi cukup kecil, kemudian angin bertiup sangat kencang tadi saat pemadaman. Ini yang mempercepat terjadinya proses kebakaran,” ungkapnya.

Sementara mengenai penyebab kebakaran, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun, ada indikasi dugaan gangguan aliran listrik sebelum kejadian.

“Penyebab sementara masih diselidiki. Tadi sempat mati lampu, kemudian begitu menyala, langsung muncul titik api,” kata Fadli.

Sementara itu, Komandan Koramil (Danramil) Mamajang, Mayor Arh Jamaluddin, memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar.

“Jumlah sementara tercatat ada 23 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak. Korban jiwa nihil, semua warga berhasil menyelamatkan diri,” terang Jamaluddin.

Jamaluddin mengapresiasi respons cepat dari berbagai pihak, termasuk sinergi antara Damkar, Polri, TNI, tim pemadam dari Kodim, serta pihak PLN yang sigap memutus aliran listrik di sekitar area musibah.

Terkait langkah penanganan lanjutan dan dampak kerugian material, pihak TNI masih melalukan pendataan dan akan membangun posko darurat untuk warga yang terdampak.

“Untuk total kerugian masih dalam perhitungan. Bagi para korban terdampak, rencana relokasi sementara disiapkan di area lapangan tengah dan sekitar masjid kompleks. Di lokasi tersebut juga akan segera dibangun posko darurat serta dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *