News  

Kelelahan Saat Mendaki, Enam Mahasiswa Unhas Dievakuasi Tim SAR di Goa Kalibbong Alloa Pangkep

Oplus_16908288

SULSELNEWS.NET – Enam mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) yang sedang menjalankan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Belae, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), dievakuasi Tim SAR Gabungan setelah mengalami kram dan kelelahan saat mendaki di kawasan Goa Kalibbong Alloa, Minggu (26/7/2026) malam.

Peristiwa bermula sekitar pukul 21.00 WITA ketika salah seorang mahasiswa, Ine Agustina (21), mengalami kram pada kaki. Sementara lima rekannya mengalami kelelahan sehingga tidak mampu melanjutkan perjalanan di jalur pendakian dan membutuhkan bantuan evakuasi.

Laporan mengenai kejadian tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar dari warga setempat bernama Haru Belae pada Senin (27/7/2026) pukul 02.30 WITA. Setelah menerima informasi, tim penyelamat langsung diberangkatkan ke lokasi dengan membawa peralatan evakuasi, perlengkapan medis, dan alat komunikasi.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Andi Sultan, mengatakan pihaknya segera berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangkep untuk mempercepat proses penyelamatan.

“Setelah menerima laporan dari warga setempat mengenai adanya pendaki yang mengalami kram kaki di area Goa Kalibbong Alloa, kami segera memberangkatkan Tim Penyelamat lengkap dengan peralatan evakuasi khusus untuk memberikan bantuan penanganan medis dan evakuasi di lokasi kejadian,” ujar Andi Sultan.

Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 04.14 WITA dan langsung bergabung dengan unsur SAR lainnya untuk menyusun strategi evakuasi. Medan yang curam menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan tersebut.

Menurut Andi Sultan, tim harus melewati tebing setinggi sekitar 25 meter. Untuk menjamin keselamatan korban, proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik khusus dengan sistem tali (rope rescue).

“Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah medan tebing terjal setinggi kurang lebih dua puluh lima meter yang harus dilalui. Tim SAR Gabungan harus menerapkan teknik evakuasi khusus menggunakan sistem tali untuk menurunkan seluruh korban dengan aman,” jelasnya.

Operasi penyelamatan melibatkan Tim SAR Makassar, BPBD Pangkep, Polsek Minasatene, Potensi SAR Pangkep, organisasi Tropica, serta masyarakat setempat.

Setelah beberapa jam proses evakuasi berlangsung, pada pukul 09.47 WITA seluruh mahasiswa berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Mereka terdiri dari Ine Agustina, Baso Rafiansyah, Riyanti Rahmania Putri, Adel Zain Filadelfia, Mutiara Kamilah, dan Lulu.

Seluruh korban kemudian dibawa ke Puskesmas Minasatene untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

Usai memastikan seluruh korban selamat dan diserahkan kepada pihak medis, Tim SAR Gabungan menggelar evaluasi akhir pada pukul 10.00 WITA. Operasi pencarian dan pertolongan kemudian diusulkan ditutup, sementara seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *