SULSELNEWS.NET — Ratusan warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, memadati lokasi pelaksanaan Bakti Sosial Terpadu yang digelar Kementerian Sosial RI melalui Sentra Pangurangi Takalar, Jumat (19/6/2026).
Kegiatan tersebut berlansung di Aula Sentra Pangurangi di Desa,Pattoppakang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar dan dihadiri oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial (Rehsos) Kemensos RI, Hasim.
Kedatangan Hasim disambut lansung oleh ketua Sentra Pangurangi, Nur Alam dengan tarian tradisional, prosesi adat Angngaru, serta pengalungan bunga sebagai bentuk penghormatan dari masyarakat dan pemerintah setempat.
Dalam kegiatan tersebut, Kemensos RI menyalurkan bantuan sosial senilai Rp1.017.784.920 kepada masyarakat Kabupaten Takalar.
Bantuan tersebut diberikan kepada berbagai kelompok rentan, mulai dari anak-anak, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga warga yang membutuhkan dukungan sosial dan kesehatan.
Ketua Pelaksana Bakti Sosial Terpadu Sentra Pangurangi Takalar, Sulaiman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat melalui program yang dijalankan Kementerian Sosial.
“Bakti sosial hari ini merupakan kegiatan dari Kementerian Sosial melalui Sentra Pangurangi Takalar.”ujar Sulaiman.
“Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat, khususnya di Kabupaten Takalar, terkait pemenuhan kebutuhan, pemberian alat bantu, pemeriksaan kesehatan gratis, khitanan massal, hingga donor darah,”Sambungnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Semua ini merupakan bukti bahwa pemerintah selalu hadir untuk kepentingan masyarakat dan merupakan program yang memang telah direncanakan oleh Kementerian Sosial serta dilaksanakan melalui Sentra Pangurangi Takalar,” katanya.
Sulaiman menjelaskan, terdapat sedikitnya 10 jenis layanan yang diberikan dalam rangkaian bakti sosial terpadu tersebut.
Di antaranya operasi katarak, khitanan massal, donor darah, pembebasan pasung, pelayanan administrasi kependudukan, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan pendidikan, bantuan eks kusta, dan penyaluran bantuan sosial atensi kewirausahaan orang tua sekolah Rakyat.
Pihaknya juga menyediakan layanan administrasi kependudukan bagi masyarakat yang belum memiliki KTP, Kartu Keluarga (KK), maupun Kartu Identitas Anak (KIA).
“Kegiatan ini terintegrasi dan melibatkan banyak pihak. Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah, Disdukcapil, PMI, Perdami, dan berbagai unsur lainnya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelasnya.
Adapun bantuan yang disalurkan terdiri dari bantuan kewirausahaan, kursi roda bagi penyandang disabilitas, bantuan pemenuhan hidup layak, serta bantuan yang berkaitan dengan layanan kesehatan.
Sulaiman menambahkan, seluruh penerima bantuan telah melalui proses verifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat sebagai penerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).
“Penerima bantuan merupakan warga Kabupaten Takalar yang masuk dalam kategori layak menerima bantuan. Kelompok yang menerima bantuan mulai dari klaster anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, hingga kelompok rentan lainnya,” ujarnya.
Secara keseluruhan, sekitar 300 warga menerima manfaat dari kegiatan tersebut. Masing-masing program layanan diikuti sekitar 30 hingga 40 peserta.
Melalui Bakti Sosial Terpadu ini, Kementerian Sosial berharap pelayanan sosial dapat semakin dekat dengan masyarakat serta membantu meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan di Kabupaten Takalar.












