SULSELNEWS.NET — Puluhan buruh dan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional 7 Wilayah Sulawesi, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (10/9/26). Mereka memprotes antrean bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung dengan penyampaian orasi secara bergantian oleh massa buruh dan mahasiswa. Mereka menyuarakan keluhan terkait antrean BBM yang dinilai mengganggu aktivitas masyarakat.
Di tengah aksi, sejumlah pengunjuk rasa mendobrak pagar pintu masuk kantor Pertamina. Massa juga terlihat memanjat pagar saat berupaya masuk ke dalam area kantor perusahaan tersebut.
Aksi itu berlangsung di tengah tuntutan massa agar persoalan antrean BBM di Makassar segera ditangani.
Situasi kemudian mereda setelah pengunjuk rasa ditemui oleh perwakilan Pertamina.
Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, memberikan penjelasan kepada massa aksi terkait langkah penanganan antrean BBM.
Salah satu upaya yang disampaikan Pertamina yakni mengoperasikan sejumlah SPBU selama 24 jam.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak keamanan dan pemerintah untuk penambahan waktu 24 jam agar antrean di SPBU dapat terurai serta masyarakat bisa mendapatkan BBM,”ujar Rainier.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu meminimalisir antrean BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di Kota Makassar.
Sementara itu, perwakilan pengunjuk rasa, Vikasianus Iccang, turut menyampaikan aspirasi massa dalam aksi protes tersebut.
Meski pihak Pertamina berjanji akan mengoperasikan SPBU 24 jam, namun antrean masih terjadi di wilayah Makassar dan Kabupaten Gowa.












