SULSELNEWS.NET – Jurubicara Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai,
yang mengatakan, M. Jusuf Kalla sebagai negarawan, mantan wapres tidak ada intensi buruk untuk mendiskreditkan agama tertentu.
Pigai juga meminta semua pihak tidak mudah terpancing dan mengedepankan pendekatan dialogis dalam penyelesaian masalah.
Kami memaknai pernyataan Menteri HAM RI, Natalius Pigai, sebagai pandangan yang jernih dari pemerintah agar masalah selesai dengan tanpa mereduksi kenegarawanan dan peran Pak JK dalam proses perdamaian Poso dan Ambon. Sekaligus memberi arah dalam penyelesaian masalah yang sedang viral ini.
JK sedang di Jepang, Akan Kembali beri Klarifikasi 18 April 2026 di Jakarta
Husain Abdullah juga mengungkapkan bahwa saat ini M. Jusuf Kalla masih berada di Jepang, dalam rangka meresmikan sejumlah masjid sebagai Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) serta menjalankan beberapa agenda lainnya.
Meskipun di luar negeri, JK memberi perhatian terhadap polemik yang timbul sebagai buntut dari pemotongan video ceramahnya di UGM 5/3 lalu. Husain mengumumkan bahwa JK akan memberikan keterangan resmi dan klarifikasi kepada media pada hari Sabtu, 18 April 2026 di Jakarta. Selain itu, JK juga berencana mengadakan pertemuan dengan sejumlah Tokoh Islam dan Kristen untuk menjelaskan langsung konteks utuh ceramahnya, sehingga masalah tidak berkembang liar dan kerukunan umat beragama tetap terjaga.
“Pak JK ingin menyelesaikan ini dengan kepala dingin dan pendekatan dialog, seperti yang selalu beliau lakukan selama ini,” pungkas Husain Abdullah.










