News  

Bentrok Antarwarga di Makassar Kembali Pecah Dini Hari, Polisi Diserang Bom Molotov

SULSELNEWS.NET — Bentrokan antarkelompok warga kembali pecah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin (14/9/26) dini hari. Dua kelompok warga dari Perumahan Aditarina dan Bitoa terlibat saling serang di badan Jalan Borong Raya, Kecamatan Manggala.

Situasi semakin mencekam setelah para pelaku bentrokan tidak hanya menggunakan batu dan busur panah, tetapi juga petasan hingga bom molotov. Bahkan, aparat kepolisian yang berusaha melerai bentrokan turut menjadi sasaran serangan.

Aparat gabungan dari Polrestabes Makassar, termasuk Unit Jatanras dan Sabhara, dikerahkan untuk mengendalikan situasi. Polisi beberapa kali melepaskan tembakan peringatan ke udara dan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kedua kelompok warga.

Bentrokan berlangsung di badan jalan dan menyebabkan pengguna jalan tidak dapat melintas. Sejumlah pelaku bahkan menggunakan badan jalan sebagai perlindungan saat terlibat saling serang.

Polisi Diserang Saat Redam Bentrokan

Bentrokan antara kelompok warga Perumahan Aditarina dan kelompok warga Bitoa diduga dipicu persoalan pada bentrokan yang terjadi sehari sebelumnya.

Dalam kejadian tersebut, salah satu kelompok warga diduga melakukan penyerangan terhadap kelompok lawan. Persoalan itu kemudian kembali memicu bentrokan pada dini hari.

Saat aparat berusaha meredam aksi saling serang, kedua kubu warga justru turut menyerang polisi.

Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat bentrokan. Beberapa di antaranya mengalami luka tertancap anak panah.

Polisi juga menyita ratusan anak panah yang diduga digunakan dalam bentrokan tersebut.

Polisi Disiagakan Cegah Bentrokan Susulan

Untuk mencegah bentrokan susulan, aparat kepolisian dari Polsek Manggala disiagakan di lokasi setelah situasi mulai mereda.

Penjagaan dilakukan untuk mengantisipasi kembali terjadinya aksi saling serang antara kedua kelompok warga.

Rencananya, dua kubu warga yang terlibat bentrokan akan dipertemukan di kantor kecamatan setempat pada hari ini untuk menjalani mediasi dan upaya perdamaian.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat meredam konflik dan mencegah bentrokan kembali terjadi di wilayah Manggala, Makassar.