SULSELNEWS.NET—-Jelang perayaan Iduladha, Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Peternakan dan Perkebunan melakukan langkah antisipatif terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan memeriksa ratusan hewan kurban di sejumlah peternakan.
Pemeriksaan yang dilakukan tim kesehatan hewan ini menyasar peternakan di Kecamatan Somba Opu. Ratusan sapi yang akan dijual sebagai hewan kurban diperiksa secara langsung guna memastikan kondisinya sehat dan layak potong.
Proses pemeriksaan meliputi pengecekan bagian mulut, kuku, gigi, hingga kondisi kaki hewan. Selain itu, tim juga memberikan vaksin kepada hewan yang terindikasi kurang sehat sebagai upaya pencegahan penyebaran penyakit.
Tak hanya melakukan pemeriksaan, tim kesehatan hewan juga memberikan edukasi kepada para peternak. Mereka diimbau untuk menjaga kebersihan kandang serta memastikan kualitas pakan agar kesehatan sapi tetap terjaga hingga waktu penyembelihan.
Langkah ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan membeli dan menyembelih hewan kurban saat Iduladha mendatang.
Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Pemkab Gowa, Muhammad Khaerul Aswar, menyampaikan bahwa hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya penyebaran virus PMK di wilayah Kabupaten Gowa.
“Sampai saat ini belum ada temuan kasus PMK di Gowa. Kami terus melakukan pengawasan ketat, termasuk memastikan pedagang tidak menjual sapi yang kurang sehat kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak terus diperketat guna mencegah potensi masuknya penyakit dari luar daerah.
Sementara itu, menjelang Iduladha, umat Muslim di berbagai wilayah Sulawesi Selatan mulai berburu hewan kurban yang sehat dan layak potong untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.












