Selat Hormuz Ditutup Iran, Tiga Pelaut Asal Gowa Terjebak di Bahrain

Oplus_16908288

SULSELNEWS.NET — Dampak agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama sekutunya Israel terhadap Iran dikhawatirkan semakin meluas. Situasi tersebut tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan, tetapi juga pada sejumlah warga negara Indonesia yang bekerja di sektor pelayaran dan pengiriman sumber daya minyak.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebanyak tiga warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini terjebak di atas kapal tempat mereka bekerja. Ketiganya tidak dapat kembali ke Indonesia akibat kapal yang mereka tumpangi belum bisa melintasi Selat Hormuz yang ditutup Iran.

Tiga pelaut asal Gowa tersebut diketahui bernama Muhammad Akbar, warga Kelurahan Kalase’rena; Muhammad Tahir, Anak Buah Kapal (ABK) asal Desa Pangnyangkalan, Kecamatan Bajeng; serta Muhammad Alif, warga Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu.

Saat ini mereka dilaporkan berada di wilayah perairan dekat Bahrain. Kapal tempat mereka bekerja tidak dapat bergerak keluar dari kawasan tersebut sehingga kepulangan mereka ke tanah air tertunda.

Keberadaan dan kondisi terkini ketiganya diketahui melalui unggahan di akun Facebook masing-masing.

Muhammad Tahir, yang menggunakan akun bernama Muh. Tahir, beberapa kali membagikan situasi di sekitar kapal, termasuk rekaman peluru kendali yang melintas di atas kapal mereka yang ditembakkan ke arah Bahrain.

Informasi serupa juga diunggah oleh Muhammad Akbar dan Muhammad Alif melalui akun media sosial mereka.

Salah seorang sahabat ketiganya, Rewa, warga Kecamatan Bontonompo, menyebut mereka sebenarnya sudah lama berencana pulang ke Indonesia. Namun situasi keamanan membuat kapal belum dapat melintasi Selat Hormuz.

“Ketiganya terus berada di dermaga dan beraktivitas di atas kapal karena para ABK tidak memiliki izin untuk masuk di daratan negara Bahrain, itu informasi dari mereka,” ungkap Rewa.

Hingga kini, ketiga pelaut tersebut masih bertahan di atas kapal sambil menunggu perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut agar dapat kembali ke Indonesia dengan selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *