SULSELNEWS.NET— Komitmen Pemerintah Kota Parepare dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kembali ditunjukkan melalui peresmian sejumlah fasilitas dan inovasi baru di Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, meresmikan Layanan Unit Dialisis, Pediatric Intensive Care Unit (PICU), layanan Prostodonsia, serta meluncurkan Inovasi “Quality of Life”, Rabu (1/10/2025).
Dalam kesempatan itu, Tasming Hamid didampingi, Wakil Walikota, Hermanto Pasennangi, Penjabat Sekretaris Daerah, Amarun Agung Hamka, dan Direktur RS dr. Hasri Ainun Habibie, Dr. Mahyuddin. Acara peresmian turut disaksikan tenaga kesehatan, perawat, serta jajaran rumah sakit.
Tasming menegaskan bahwa momentum ini merupakan bukti nyata komitmen bersama untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan terjangkau bagi seluruh masyarakat, tidak hanya di Kota Parepare, tetapi juga daerah sekitarnya.
“Kehadiran Unit Dialisis akan sangat membantu pasien dengan gangguan fungsi ginjal agar memperoleh perawatan tanpa harus menempuh jarak jauh. Ini menjadi solusi strategis bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Tasming Hamid.
Lebih lanjut, Tasming menyoroti pentingnya kehadiran PICU (Pediatric Intensive Care Unit) yang diresmikan bersamaan. Menurutnya, layanan ini merupakan langkah serius dalam menyediakan perawatan intensif khusus bagi anak-anak dengan kondisi kritis.
“Layanan PICU ini adalah wujud nyata perhatian kita terhadap buah hati dan keluarga, agar mereka mendapatkan harapan dan penanganan terbaik di saat-saat sulit,” ucapnya.
Selain itu, penguatan layanan Prostodonsia juga menjadi bagian penting dari peresmian ini. Tasming menekankan bahwa perhatian terhadap kesehatan mulut, terutama dari aspek rehabilitatif dan fungsional, berdampak langsung pada kualitas hidup pasien.
Tak kalah penting, Tasming juga meluncurkan inovasi “Quality of Life”. Ia menegaskan bahwa inovasi ini harus benar-benar menjadi program terukur, bukan sekadar nama, dengan mengintegrasikan aspek medis, rehabilitasi, dukungan psikososial, serta pelayanan yang berorientasi pada pemulihan fungsi dan kemandirian pasien.
“Kualitas hidup pasien adalah tolok ukur suksesnya suatu layanan kesehatan modern. Oleh karena itu, inovasi ini harus didukung dengan sistem rujukan yang baik, pelatihan SDM berkelanjutan, serta keterlibatan keluarga dan komunitas,” tegas Tasming.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjadikan peresmian layanan dan inovasi ini sebagai titik awal kolaborasi yang lebih komprehensif demi terwujudnya layanan kesehatan bermutu di Kota Parepare. (*)
Berita Terkait
Bupati Husniah: Teknologi Bukan Ancaman, tapi Kunci Sejahterakan Petani GOWA — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mendorong generasi muda pertanian untuk tidak melihat perkembangan teknologi sebagai ancaman bagi petani. Sebaliknya, teknologi dinilai menjadi instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Hal itu disampaikan Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Wisuda Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa 2026 di Aula Syekh Yusuf Kampus I Polbangtan Gowa, Senin (10/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Husniah menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia berharap para lulusan tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi mampu tampil sebagai inovator dan penggerak pembangunan pertanian. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa, saya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Jadilah generasi yang bukan hanya sekadar lulus, tetapi mampu mengabdi dengan memberikan ilmunya dan turun langsung ke masyarakat. Tenaga dan pemikiran mereka sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pertanian, termasuk melalui pemanfaatan teknologi,” jelasnya. Menurut Husniah, tantangan sektor pertanian saat ini semakin kompleks. Pertanian modern tidak lagi hanya berkaitan dengan benih, tanah, pupuk dan hasil panen. Lebih dari itu, sektor pertanian kini membutuhkan penguasaan data, teknologi digital, mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), efisiensi produksi, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan rantai pasok, hilirisasi, akses pasar hingga kewirausahaan. Karena itu, ia meminta lulusan Polbangtan Gowa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadikan inovasi sebagai bagian penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. “Indonesia membutuhkan generasi pertanian yang baru. Generasi yang memahami bahwa teknologi bukan ancaman bagi petani, tetapi instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya. Husniah menambahkan, generasi muda pertanian harus mampu memanfaatkan teknologi secara tepat untuk membantu petani mengambil keputusan dan meningkatkan efisiensi usaha tani. “Kita membutuhkan anak muda yang mampu melihat data sebelum mengambil keputusan, menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, serta mengubah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujarnya. Ia menyebut Kabupaten Gowa memiliki potensi besar di sektor pertanian. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gowa membuka ruang kolaborasi dengan Polbangtan Gowa maupun para alumninya untuk mendukung berbagai program pembangunan pertanian di daerah. “Pemerintah Kabupaten Gowa siap berkolaborasi dengan lulusan terbaik Polbangtan. Kita sedang menjalankan berbagai program nasional dan tentunya membutuhkan kolaborasi serta dukungan, khususnya dari Polbangtan, agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Gowa,” pungkasnya. Sementara itu, Plt Direktur Polbangtan Gowa Sartika Juwita mengatakan, keberhasilan 268 mahasiswa yang diwisuda merupakan buah dari kerja keras selama menjalani proses pendidikan. “Keberhasilan hari ini merupakan hasil kerja keras selama proses pendidikan. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat. Jadilah duta Polbangtan Gowa di mana pun kalian berada,” pesannya. Ia berharap para lulusan mampu mengambil peran sebagai inovator, teknisi, penggerak masyarakat sekaligus calon pemimpin pertanian Indonesia di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks. “Setelah hari ini, nama Polbangtan Gowa akan selalu melekat pada diri kalian. Karena itu, jagalah almamater dengan sikap dan karya yang baik. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Selamat mengabdi, kami bangga kepada kalian semua,” tambahnya. Pada Wisuda Polbangtan Gowa 2026 ini, total 268 mahasiswa resmi diwisuda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 180 orang merupakan lulusan Sarjana Terapan, sementara 88 orang lainnya merupakan lulusan jenjang Ahli Madya. Para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu membawa pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama di bangku kuliah untuk menjawab berbagai persoalan pertanian serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Gowa, kehadiran generasi muda yang menguasai teknologi diharapkan dapat memperkuat transformasi menuju pertanian yang lebih produktif, efisien, inovatif dan berkelanjuta