Anak 7 Tahun di Gowa Tertembak Peluru Nyasar, Keluarga Syok Temukan Proyektil di Kepala

SULSELNEWS.NET— Seorang anak berusia tujuh tahun di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban penembakan yang diduga berasal dari senapan angin. Insiden yang terjadi di dalam lingkungan perumahan ini baru terungkap setelah keluarga membongkar perban yang menutup luka di dahi korban dan menemukan adanya peluru bersarang di dalam kepala.

Peristiwa itu terjadi di Perumahan Desa Sunggumanai, Kecamatan Pattallassang. Pasca kejadian, suasana komplek tampak sepi. Anak-anak tak lagi terlihat bermain di luar rumah akibat rasa takut setelah insiden yang menggegerkan warga tersebut.

Bekas darah korban masih tampak di depan salah satu rumah warga. Meski kondisi R-F (Rafasyah) kini berangsur membaik, bocah tujuh tahun itu masih mengalami trauma dan enggan keluar rumah. Ia tertembak saat duduk bermain gawai bersama sepupunya di depan rumah tetangga pada Sabtu sore, 22 November lalu. Korban tiba-tiba mendengar suara letusan, sebelum darah mengalir dari dahinya. Tak lama kemudian, suara tembakan kedua terdengar, memicu kepanikan warga perumahan.

Hasil pemeriksaan tim medis menemukan satu proyektil kecil berwarna putih tertancap di tulang tengkorak korban. Peluru berhasil dikeluarkan tanpa merusak bagian dalam kepala. Namun setelah perawatan, korban mengalami demam, gangguan tidur, serta penurunan kemampuan melihat jarak jauh. Pihak keluarga menyebut anak mereka mengalami trauma berat akibat kejadian ini.

Keluarga telah melaporkan insiden tersebut ke Polres Gowa. Mereka menduga peluru berasal dari arah belakang perumahan yang berbatasan dengan area persawahan, lokasi yang kerap digunakan warga untuk berburu burung. Usai laporan diterima, Unit PPA Polres Gowa mulai memeriksa sejumlah saksi dan menelusuri calon pelaku.

Fitriana, Ibu Korban berharap pelaku penembakan segera ditangkap karena meresahkan warga.

“Saya kaget sekali waktu lihat darahnya tidak berhenti. Saya kira cuma luka kecil, tapi setelah perbannya dibuka ternyata ada peluru di dahinya. Sampai sekarang anak saya masih takut keluar rumah. Dia sering terbangun malam dan bilang kepalanya sakit.”Ucapnya.

“Kami hanya ingin pelakunya ditemukan. Ini di lingkungan perumahan, anak-anak biasa main di sini. Kalau bisa jangan ada lagi kejadian seperti ini.”

Sementara Kanit PPA Polres Gowa, IPDA Agus, pihaknya masih mengumpulkan bukti untuk mengungkap siapa pelakunya.

“Setelah menerima laporan dari keluarga, kami langsung melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan mengamankan proyektil yang dikeluarkan tim medis sebagai barang bukti.” Ucapnya.

“Kami menduga tembakan berasal dari arah belakang perumahan. Saat ini penyelidikan terus berjalan untuk mengidentifikasi pelaku dan memastikan kejadian ini tidak terulang.”

Polisi kini masih mengumpulkan bukti, termasuk proyektil yang telah diangkat tim medis, untuk mengungkap pelaku penembakan di tengah pemukiman tersebut. R-F diketahui merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi para pemilik senapan angin agar tidak sembarangan melepaskan tembakan karena dapat membahayakan keselamatan warga di sekitar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *