SULSELNEWS.NET – Unjuk rasa ratusan warga yang tergabung dalam Himpunan Pelajar Mahasiswa Takalar (Hipermata) di Kantor Bupati Takalar, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh pada Senin (2/11/2026).
Massa merobohkan pagar kantor bupati dan menerobos masuk ke area perkantoran. Kericuhan juga diwarnai aksi saling dorong hingga nyaris terjadi aksi saling pukul antara demonstran dan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kericuhan bermula ketika massa berusaha masuk ke ruang kerja Bupati Takalar, Firdaus Daeng Manye, untuk menyampaikan aspirasi mereka. Namun, upaya tersebut dihalangi petugas Satpol PP yang berjaga.
Sejumlah demonstran bahkan berusaha menerobos ruang tunggu bupati. Namun, mereka berhasil dihalau oleh aparat kepolisian bersama petugas Satpol PP.
Situasi semakin memanas karena massa mengaku telah berorasi selama hampir tiga jam, tetapi belum juga ditemui oleh Bupati Takalar.
Dalam orasinya, massa mendesak Firdaus Daeng Manye agar transparan dalam pengelolaan anggaran daerah. Mereka juga mempersoalkan sejumlah proyek yang dinilai merugikan masyarakat di Kabupaten Takalar.
“Kami meminta Bupati Firdaus Daeng Manye, agar transparan serta tidak menjadikan proyek sebagai penghabisan anggaran,” ucap Nasrun, Koordinator aksi,
Sebelum kericuhan terjadi, demonstran menggelar aksi di depan Kantor Bupati Takalar sambil membakar ban bekas sebagai bentuk protes.
Massa mengancam akan kembali menggelar aksi dengan jumlah peserta yang lebih banyak apabila tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Hingga aksi berlangsung, massa menuntut pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap aspirasi yang mereka sampaikan.












