
SULSELNEWS.NET— Puluhan warga di Desa Bonto Parang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menyerbu pembagian air bersih setelah sumur warga mengering akibat kekeringan.
Sebanyak 12 ribu liter air bersih yang disiapkan Polres Takalar bersama PMI, langsung menjadi rebutan warga di Desa Bonto Parang, pada Jumat (18/9/26).
Warga yang telah lama menunggu kedatangan mobil tangki langsung membawa jeriken, ember hingga baskom untuk menampung air. Sebagian besar warga yang mengantre merupakan ibu rumah tangga.
Air bersih tersebut dibagikan kepada ratusan kepala keluarga di Desa Bonto Parang. Distribusi dilakukan di dua titik untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan.
Kekeringan membuat sumber air warga, terutama sumur, mulai mengering. Kondisi tersebut menyebabkan ratusan kepala keluarga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga, Puji Lestari, mengatakan kesulitan mendapatkan air bersih telah dirasakan sejak awal Juli 2026.
Kondisi tersebut membuat warga harus mencari sumber air lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Sejak bulan Juli, sumur di wilayah sini sudah mulai kering, jadi kami terpaksa membeli air di tempat lain untuk memenuhi kebutuhan keluarga,”ujar Puji.
Sebelum mendapat bantuan, warga bahkan terpaksa membeli air dari penjual dengan harga yang cukup tinggi, mencapai Rp100 ribu.
Air bantuan yang disalurkan tersebut dapat dimanfaatkan warga untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, memasak hingga mencuci.
Kasi Humas Polres Takalar, Iptu Nur Ady, mengatakan penyaluran air bersih dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan.
Warga berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama musim kemarau. Pasalnya, sumur yang selama ini menjadi salah satu sumber air bagi warga telah mengering sehingga kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi.












