SULSELNEWS.NET — Seorang siswa SMK Negeri 5 Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam di dalam ruang kelas.
Korban berinisial S-A, 15 tahun, mengalami luka terbuka pada bagian lengan tangannya setelah diduga ditebas oleh teman sekelasnya. Korban kemudian dilarikan ke IGD RSUD Padjonga Daeng Ngalle Takalar untuk mendapatkan perawatan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa pagi, 11 Agustus 2026, saat proses belajar mengajar baru akan dimulai.
Korban yang baru masuk ke ruang kelas tiba-tiba didatangi R-T, yang diduga membawa senjata tajam. Senjata tajam tersebut kemudian mengenai lengan tangan korban hingga menyebabkan luka terbuka.
Aksi tersebut sontak membuat suasana di lingkungan sekolah geger.
Tante korban, Sabria, mengatakan S-A ditebas oleh teman kelasnya saat proses belajar baru saja dimulai di dalam ruang kelas.
“S-A ditebas oleh teman kelasnya saat proses belajar baru saja dimulai di dalam ruang kelas. Saat itu korban baru masuk ke kelas untuk mengikuti pelajaran,” ujar Sabria.
Sementara itu, pihak sekolah menyebut aksi penganiayaan tersebut diduga berkaitan dengan peristiwa sebelumnya.
Kepala SMK Negeri 5 Kabupaten Takalar, Syarifuddin, mengatakan terduga pelaku sebelumnya diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga orang teman kelasnya di dekat lingkungan sekolah.
“Kejadian ini terjadi setelah sebelumnya terduga pelaku diduga menjadi korban pengeroyokan oleh tiga orang teman kelasnya di dekat lingkungan sekolah.”ungkap Syarifuddin.
Peristiwa tersebut kemudian diduga berlanjut hingga terjadi aksi penebasan terhadap S-A di dalam ruang kelas.
Kasus ini kini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Takalar. Polisi masih menyelidiki penyebab dan rangkaian kejadian yang melatarbelakangi penganiayaan tersebut.
Kanit PPA Satreskrim Polres Takalar, Ipda Saiful Madjid, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
“Kasus pembacokan pelajar di ruang kelas SMKN 5 Takalar saat ini masih dalam penanganan Unit PPA Satreskrim Polres Takalar. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab dan rangkaian kejadian tersebut,”ujar Saiful.
Keluarga korban berharap terduga pelaku berinisial R-T segera diamankan dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Polisi juga masih mendalami dugaan pengeroyokan yang disebut terjadi sebelum aksi pembacokan di ruang kelas tersebut.












