Breaking News
Kementerian HAM Pilih Dua Kelurahan di Makassar Jadi Percontohan Sadar HAM Bupati Husniah: Teknologi Bukan Ancaman, tapi Kunci Sejahterakan Petani GOWA — Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang mendorong generasi muda pertanian untuk tidak melihat perkembangan teknologi sebagai ancaman bagi petani. Sebaliknya, teknologi dinilai menjadi instrumen penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani. Hal itu disampaikan Sitti Husniah Talenrang saat menghadiri Wisuda Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa 2026 di Aula Syekh Yusuf Kampus I Polbangtan Gowa, Senin (10/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bupati Husniah menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan pendidikan. Ia berharap para lulusan tidak hanya menjadi tenaga kerja, tetapi mampu tampil sebagai inovator dan penggerak pembangunan pertanian. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Gowa, saya menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Jadilah generasi yang bukan hanya sekadar lulus, tetapi mampu mengabdi dengan memberikan ilmunya dan turun langsung ke masyarakat. Tenaga dan pemikiran mereka sangat dibutuhkan untuk mengembangkan pertanian, termasuk melalui pemanfaatan teknologi,” jelasnya. Menurut Husniah, tantangan sektor pertanian saat ini semakin kompleks. Pertanian modern tidak lagi hanya berkaitan dengan benih, tanah, pupuk dan hasil panen. Lebih dari itu, sektor pertanian kini membutuhkan penguasaan data, teknologi digital, mekanisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), efisiensi produksi, adaptasi terhadap perubahan iklim, penguatan rantai pasok, hilirisasi, akses pasar hingga kewirausahaan. Karena itu, ia meminta lulusan Polbangtan Gowa mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadikan inovasi sebagai bagian penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. “Indonesia membutuhkan generasi pertanian yang baru. Generasi yang memahami bahwa teknologi bukan ancaman bagi petani, tetapi instrumen untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya. Husniah menambahkan, generasi muda pertanian harus mampu memanfaatkan teknologi secara tepat untuk membantu petani mengambil keputusan dan meningkatkan efisiensi usaha tani. “Kita membutuhkan anak muda yang mampu melihat data sebelum mengambil keputusan, menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, serta mengubah hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah,” ujarnya. Ia menyebut Kabupaten Gowa memiliki potensi besar di sektor pertanian. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Gowa membuka ruang kolaborasi dengan Polbangtan Gowa maupun para alumninya untuk mendukung berbagai program pembangunan pertanian di daerah. “Pemerintah Kabupaten Gowa siap berkolaborasi dengan lulusan terbaik Polbangtan. Kita sedang menjalankan berbagai program nasional dan tentunya membutuhkan kolaborasi serta dukungan, khususnya dari Polbangtan, agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan untuk kemajuan pertanian di Kabupaten Gowa,” pungkasnya. Sementara itu, Plt Direktur Polbangtan Gowa Sartika Juwita mengatakan, keberhasilan 268 mahasiswa yang diwisuda merupakan buah dari kerja keras selama menjalani proses pendidikan. “Keberhasilan hari ini merupakan hasil kerja keras selama proses pendidikan. Jadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat. Jadilah duta Polbangtan Gowa di mana pun kalian berada,” pesannya. Ia berharap para lulusan mampu mengambil peran sebagai inovator, teknisi, penggerak masyarakat sekaligus calon pemimpin pertanian Indonesia di tengah tantangan sektor pertanian yang semakin kompleks. “Setelah hari ini, nama Polbangtan Gowa akan selalu melekat pada diri kalian. Karena itu, jagalah almamater dengan sikap dan karya yang baik. Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Selamat mengabdi, kami bangga kepada kalian semua,” tambahnya. Pada Wisuda Polbangtan Gowa 2026 ini, total 268 mahasiswa resmi diwisuda. Dari jumlah tersebut, sebanyak 180 orang merupakan lulusan Sarjana Terapan, sementara 88 orang lainnya merupakan lulusan jenjang Ahli Madya. Para lulusan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian akademik, tetapi mampu membawa pengetahuan dan teknologi yang diperoleh selama di bangku kuliah untuk menjawab berbagai persoalan pertanian serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dengan potensi pertanian yang dimiliki Kabupaten Gowa, kehadiran generasi muda yang menguasai teknologi diharapkan dapat memperkuat transformasi menuju pertanian yang lebih produktif, efisien, inovatif dan berkelanjuta Puluhan Ribu Warga Serbu Pasar Murah BULOG di Bone, 40 Ton Beras SPHP Disiapkan Mall Nipah Terbakar, Pengunjung Panik Kocak! Lomba Sepeda Lintas Kolam Kodim Gowa Bikin Peserta Nyemplung, Penonton Riuh
News  

Puluhan Ribu Warga Serbu Pasar Murah BULOG di Bone, 40 Ton Beras SPHP Disiapkan

SULSELNEWS.NET— Puluhan ribu warga memadati Lapangan Bakunge, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, saat mengikuti kegiatan Jalan Sehat yang dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman, Minggu (9/8/2026).

Selain mengikuti Jalan Sehat, warga juga antusias mendatangi Pasar Murah yang dihadirkan Perum BULOG di lokasi kegiatan. Sejumlah komoditas pangan disediakan dengan harga terjangkau untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.

BULOG menyiapkan 40 ton Beras SPHP, 10 ton Beras Premium, serta 10.200 liter Minyak Kita dalam kegiatan tersebut.

Kehadiran Pasar Murah ini langsung mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Warga yang memadati lokasi Jalan Sehat rela mengantre untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pangan dengan harga murah.

Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (P) Ahmad Rizal Ramdhani turut hadir mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Pasar Murah tersebut.

Ahmad mengatakan, Pasar Murah merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat dapat memperoleh pangan dengan harga yang terjangkau.

“Ini merupakan wujud nyata pemerintah hadir, memastikan pangan murah sampai dan dinikmati oleh masyarakat,” kata Ahmad.

Menurutnya, kegiatan Pasar Murah menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.

Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa kondisi cadangan pangan nasional saat ini cukup kuat. Ia menyebut stok beras nasional telah mencapai 5,2 juta ton.

“Stok yang ada sekarang 5,2 juta ton beras dan itu tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Amran kepada wartawan.

Amran juga memastikan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi potensi El Nino yang dapat berdampak terhadap sektor pertanian.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat sistem pengairan melalui program pompanisasi di sejumlah daerah yang berpotensi mengalami kekeringan.

“Pompa kita sudah distribusi ke seluruh daerah kekeringan. Dan juga pompa yang kita kirim dua tahun terakhir pemerintahan sampai sekarang itu totalnya 150.000 unit. Jadi semua posisi aman,” jelasnya.

Menurut Amran, berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menjaga produksi pertanian tetap berjalan sekaligus mengantisipasi dampak kekeringan.

Ketersediaan stok beras yang tinggi dan kesiapan menghadapi potensi El Nino menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Sementara di Kabupaten Bone, upaya menghadirkan pangan dengan harga terjangkau diwujudkan melalui Pasar Murah BULOG. Kehadiran program tersebut menjadi perhatian warga yang mengikuti Jalan Sehat dan memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan serta memastikan masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *