News  

5 Bulan Disandera Perompak Somalia, Kapten Ashari Menangis Saat Bertemu Orangtua

SULSELNEWS.NET — Suasana haru menyelimuti kediaman Ashari Samadikun di Dusun Moncongloe, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Setelah sekitar lima bulan berada dalam penyanderaan perompak di perairan Puntland, Somalia, kapten kapal tanker Honours 25 itu akhirnya kembali berkumpul bersama keluarganya.

Duduk bersama kedua orangtuanya, Ashari tak kuasa menahan tangis saat menceritakan pengalaman yang dialaminya selama berada di bawah ancaman perompak bersenjata.

Air matanya kembali jatuh ketika mengingat bagaimana dirinya bersama para kru harus bertahan hidup di atas kapal dalam situasi penuh ketakutan.

Ashari merupakan kapten kapal tanker Honours 25 yang disandera bersama 16 kru lainnya oleh kelompok perompak di perairan Puntland, Somalia, pada 21 April 2026.

Dalam penyanderaan tersebut, para perompak disebut mengancam keselamatan para kru dan meminta uang tebusan sebesar 7 juta dolar Amerika Serikat.

Selama berada dalam penyanderaan, Ashari bersama para kru harus menghadapi situasi mencekam di atas kapal yang berada di bawah pengawasan perompak bersenjata.

Pada 29 September 2026, Ashari bersama kru yang masih selamat akhirnya berhasil dibebaskan melalui upaya penyelamatan yang melibatkan pihak perusahaan dan pemerintah Indonesia.

Dari 16 kru yang berada dalam kepemimpinannya, Ashari mengatakan lima orang tewas akibat terkena tembakan, sementara satu kru lainnya mengalami luka tembak.

“Alhamdulillah saya bisa kembali bertemu keluarga berkat bantuan pemerintah Indonesia dan pihak perusahaan tempat dirinya bekerja,”ujar Ashari.

Ashari bersama tiga warga negara Indonesia lainnya berhasil selamat dari penyanderaan tersebut. Salah satunya merupakan warga asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Kepulangan Ashari ke Gowa menjadi momen emosional bagi keluarganya. Di hadapan kedua orangtuanya, ia kembali mengingat perjalanan panjang selama berada dalam penyanderaan.

Meski telah kembali ke tanah air, pengalaman tersebut masih membekas bagi Ashari. Ia mengaku masih teringat dengan para kru yang menjadi korban dalam peristiwa pembajakan kapal tersebut.

Kisah Ashari menjadi perjalanan panjang seorang kapten kapal yang harus bertahan selama berbulan-bulan di tengah ancaman perompak hingga akhirnya dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.