News  

Warga Lonjoboko Menderita, Akses Jalan Kampung Ditutup Sejak Setahun, Warga Tidak Bisa Beraktivitas

Oplus_16908288

SULSELNEWS.NET – Warga Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, menderita akibat akses jalan kampung ditutup paksa selama kurang lebih satu tahun. Penutupan jalan diduga dilakukan oleh seorang warga berinisial D-J dengan cara memasang balok dan batang bambu di badan jalan.

Penutupan jalan ini diduga berawal dari persoalan pribadi antara pelaku dan salah satu warga. Akibatnya, jalur yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas kini tidak bisa dilewati.

Menurut informasi, tanah yang dijadikan jalan kampung tersebut dulunya memang milik pelaku. Namun, salah satu warga, Asni, menegaskan lahan itu sudah diserahkan ke pemerintah desa untuk dijadikan fasilitas umum.

“Lahan yang dijadikan jalanan kampung itu awalnya memang milik pelaku, namun belakangan sudah diserahkan ke pemerintah desa untuk digunakan sebagai akses jalan,” ungkap Asni.

Meski pihak pemerintah setempat sudah beberapa kali melakukan mediasi antara pelaku dengan warga yang berseteru, hingga kini pelaku belum menunjukkan itikad baik untuk membuka akses jalan.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Gowa maupun aparat terkait segera turun tangan menyelesaikan permasalahan ini, Mereka menginginkan akses jalan dibuka kembali agar dapat digunakan warga untuk beraktivitas mencari rejeki dengan aman dan damai.

Pasalnya, warga yang bermukim di sekitar jalan tersebut mengaku tidak bisa berbuat banyak karena pelaku bersikeras menolak membuka akses yang telah lama menjadi jalur utama warga.

Terkait keluhan warga tersebut, Kaharuddin Penjabat Kepala Desa Lonjoboko membenarkan hal itu.

” bersama Kepala dusun Lonjoboko langkah mediasi sudah dilakukan di kantor Camat, bahkan Pak Camat terjun langsung meninjau lokasi, ” ungkap Kaharuddin via ponselnya.

Dirinya menambahkan, kedua belah pihak masih saling ngotot walaupun suasananya perlahan menurun, hari selasa kami lakukan langkah mediasi lagi semoga sudah ada titik temu dan akses jalan kembali dibuka sehingga bisa dipergunakan semua warga, ” ungkapnya.

Persoalan kedua belah pihak menurut informasi awalnya disebabkan persoalan pribadi antara pelaku dengan salah seorang warga hingga mengakibatkan penutupan jalan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *