SULSELNEWS.NET – Tiga dosen Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Campagaya, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, Sabtu (20/9). Ketiganya yakni Jumadin, Wabdillah, dan Riska Iva Riana.
Dalam kegiatan tersebut, mereka menyasar kelompok tani jagung perbukitan yang selama ini terkendala dalam proses pemipilan jagung. Ketua tim pengabdi, Jumadin, mengatakan diversifikasi teknologi diperlukan untuk membantu kelompok sasaran.
“Adanya permasalahan di mitra pada persoalan pemipilan membuat kami terpanggil untuk memberdayakan mereka dengan memberikan diversifikasi teknologi berupa mesin pemipil jagung. Kami berharap teknologi ini dapat membantu masyarakat menghemat tenaga dan waktu, sekaligus meningkatkan pendapatan mereka,” ujar Jumadin didampingi Wabdillah di lokasi kegiatan.
Selain teknologi pemipil jagung, tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini juga melatih masyarakat memanfaatkan limbah tongkol jagung. “Selain mesin pemipil, kami juga berharap mitra dapat mengolah tongkol jagung menjadi briket,” imbuh Jumadin, yang juga Ketua Prodi Mesin Otomotif FT UNM.
Masyarakat Desa Campagaya pun merasa terbantu dengan adanya program PKM dari UNM. “Kami sangat bersyukur dibantu teknologi mesin pemipil jagung dan pengolahan limbahnya menjadi briket. Kami akhirnya memiliki pengetahuan tentang cara menggunakannya. Ini sangat membantu tenaga kami,” kata Ketua Kelompok Tani, Syarifuddin Daeng Nyampa.
Ia berharap program serupa bisa berlanjut di masa mendatang. “Kalau masih bisa tahun depan, kami berharap dapat dibantu lagi dengan teknologi yang lain,” tambah Jalil, salah satu anggota kelompok tani.
Diketahui, program PKM dosen UNM ini merupakan bagian dari pendanaan tahun 2025 Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kemendiktisaintek.












