SULSELNEWS.NET– Tawuran antar kelompok warga kembali terjadi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Dua kubu saling serang menggunakan batu, busur panah hingga bom molotov. Selain menimbulkan korban luka akibat tertancap anak panah, bentrokan juga menghanguskan lima rumah warga.
Peristiwa itu pecah di Jalan Kandea Raya, Kecamatan Tallo, sejak sore hingga malam hari, setelah sehari sebelumnya juga terjadi bentrokan hingga pagi hari. Awalnya, konflik hanya melibatkan kelompok pemuda dari Jalan Layang dan Jalan Lembo. Namun, kemudian meluas menjadi bentrokan antar kampung di wilayah tersebut.
Sekitar lima rumah warga terbakar, diduga akibat lemparan bom molotov dari salah satu kelompok yang terlibat bentrok.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin turun langsung ke lokasi untuk menghentikan bentrokan yang tak kunjung berakhir. Puluhan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dan dikawal aparat kepolisian untuk memadamkan api.
Saat ini, kondisi di lokasi bentrokan sudah mulai kondusif, meski sebelumnya sempat mencekam. Kepolisian juga menambah jumlah personel dari 30 orang menjadi lebih banyak di sejumlah titik rawan untuk mencegah bentrokan susulan.
“Sepanjang pekan ini, hampir setiap saat terjadi bentrokan di wilayah ini. Polisi masih mendalami dan mencari aktor utama di balik bentrokan warga ini,” kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan, saat ini polisi telah mengamankan empat posko berbeda untuk menjaga situasi tetap terkendali.
Diketahui, bentrokan serupa juga terjadi pada malam sebelumnya hingga dini hari. Saat itu, dua sepeda motor dibakar dan beberapa warga terluka akibat tertancap anak panah.












