SULSELNEWS.NET – Mahasiswa KKN Tematik Inovatif Daerah Gelombang 115 melaksanakan kegiatan edukasi dan implementasi lubang resapan biopori sebagai solusi pengelolaan sampah organik dan genangan air di Kelurahan Pajalele, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan ini merupakan program kerja individu yang dilaksanakan oleh Fitria Ramadani Fatwan, mahasiswa Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Makassar (UNHAS).
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di Lingkungan 2, tepatnya di rumah Hamzah, salah satu anggota kelompok tani setempat, dengan melibatkan masyarakat serta santri Yayasan Pendidikan Al-Qur’an Al-Hasyimiyah.
Program ini dilaksanakan sebagai respons terhadap permasalahan lingkungan yang masih dihadapi masyarakat, khususnya pengelolaan sampah organik rumah tangga yang belum optimal serta munculnya genangan air saat musim hujan. Lubang resapan biopori diperkenalkan sebagai solusi sederhana, murah, dan mudah diterapkan oleh warga.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi edukasi mengenai pengertian biopori, manfaatnya dalam menguraikan sampah organik, serta perannya dalam meningkatkan daya resap tanah.

Materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh seluruh peserta. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan lubang resapan biopori bersama masyarakat dan santri, menggunakan alat dan bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti galon air bekas.
Ibu Lurah Pajalele menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
“Program biopori ini sangat bermanfaat bagi masyarakat karena tidak hanya membantu mengurangi sampah organik, tetapi juga menjadi solusi untuk mengatasi genangan air. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan dan diterapkan oleh warga,” ujar Ibu Lurah Pajalele.
Sementara itu, Fitria Ramadani Fatwan selaku pelaksana kegiatan berharap program ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Melalui edukasi dan praktik langsung biopori, saya berharap masyarakat dapat mengelola sampah organik secara mandiri sekaligus meningkatkan resapan air di lingkungan rumah,” ungkapnya.
Masyarakat menyambut kegiatan tersebut dengan antusias dan berharap penerapan lubang resapan biopori dapat terus berlanjut meskipun kegiatan KKN telah selesai. Program ini diharapkan mampu mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan di Kelurahan Pajalele.












