News  

Sembilan Warga Dusun Tombiobong Kembali Bersyahadat, Disaksikan Aparatur Desa dan Tokoh Lintas Agama

SULSELNEWS.NET – Sebanyak sembilan warga Dusun Tombiobong, Desa Maleo Jaya, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, resmi memeluk agama Islam setelah mengucapkan dua kalimat syahadat pada Minggu (15/3/2026).

Prosesi yang berlangsung khidmat ini dipandu oleh para dai dari Wahdah Islamiyah dan disaksikan langsung oleh aparatur pemerintah desa serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran seorang pendeta lokal dalam acara tersebut turut mencuri perhatian, sekaligus menjadi simbol kuatnya jalinan toleransi dan kebersamaan antarumat beragama di wilayah yang dikenal sebagai kampung mualaf tersebut.

Dalam sambutannya, Abu Kholid selaku dai yang memandu prosesi, menyampaikan harapan agar para mualaf baru ini diberikan keistiqamahan dalam mempelajari serta mengamalkan ajaran Islam. Ia menegaskan bahwa momen ini merupakan bagian dari doa dan harapan bersama agar masyarakat di Dusun Tombiobong dapat menjalankan ibadah dengan baik.

“Ini adalah bagian dari doa dan harapan kita bersama, semoga kampung mualaf ini kelak dapat sepenuhnya memeluk Islam dan menjalankan ajarannya dengan baik,” ujar Abu Kholid di sela-sela kegiatan tersebut.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendoakan agar seluruh warga yang telah memeluk Islam dapat istiqamah dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Sebagai bentuk dukungan nyata, para dai Wahdah Islamiyah memberikan sejumlah hadiah berupa baju koko, mukena, serta perlengkapan ibadah lainnya kepada para mualaf tersebut. Bantuan ini dimaksudkan sebagai dorongan moril agar mereka dapat mulai menjalankan ibadah dengan lebih baik dan penuh semangat.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dakwah dan pembinaan berkelanjutan yang dilakukan di wilayah Kabupaten Banggai, khususnya di daerah yang masih membutuhkan pendampingan keagamaan intensif.

Diharapkan, melalui bimbingan yang dilakukan secara bertahap, para mualaf ini mampu memahami ajaran Islam secara mendalam dan mengimplementasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *