SULSELNEWS.NET – Unjuk rasa ratusan buruh pabrik di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, berujung ricuh pada Selasa (1/7). Para pekerja yang tergabung dalam Aliansi Buruh Gowa memprotes pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan oleh manajemen melalui pihak vendor.
Aksi unjuk rasa berlangsung di depan salah satu pabrik yang berlokasi di Jalan Poros Bontomarannu, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Massa yang kesal menendang gerbang masuk pabrik dan mencoba menghadang sejumlah karyawan yang hendak masuk bekerja.
Kericuhan ini terjadi akibat kekecewaan para buruh terhadap sistem kerja outsourcing yang diberlakukan oleh perusahaan. Mereka menilai kebijakan tersebut merugikan pekerja tetap, dan mendesak agar manajemen segera melakukan evaluasi terhadap pihak ketiga atau vendor penyedia tenaga kerja.
“Kami menolak sistem kerja outsourcing yang tidak berpihak pada buruh! Kami minta evaluasi total terhadap pihak ketiga yang telah merugikan pekerja pabrik!” tegas Taufik, Ketua Partai Buruh Kabupaten Gowa dalam orasinya di tengah aksi.
Meski sempat memanas, unjuk rasa akhirnya mereda setelah perwakilan manajemen pabrik bersedia menemui massa dan melakukan negosiasi. Namun demikian, para buruh menyatakan akan terus melakukan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi oleh pihak perusahaan












