SULSELNEWS.NET – Upaya memperkuat pengawasan internal dan membangun budaya anti-fraud di lingkungan kerja, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi menggelar Fraud Awareness Sharing Session bertema “Fraud Control Strategic: Upaya Preventif, Deteksi, dan Sanksi Hukum sebagai Satu Kesatuan Anti-Fraud dalam Mendukung Proses Bisnis di PT Pertamina Patra Niaga.”
Acara yang berlangsung di Hotel Hyatt Makassar ini dihadiri jajaran manajemen dan perwira Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, serta menghadirkan perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Selatan, dan PT Pertamina (Persero).
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Agus Salim, dalam pemaparannya menekankan pentingnya kerja sama antara pelaku usaha dan aparat penegak hukum dalam menciptakan sistem pencegahan fraud yang kokoh.
“Fraud bukan semata urusan internal perusahaan, melainkan isu publik yang harus ditangani secara sistemik. Dunia usaha perlu membangun sistem deteksi dini dan pengendalian yang kuat, dan kami dari Kejaksaan siap mendukung hal tersebut,” ujar Agus Salim.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Perwakilan BPKP Sulawesi Selatan, Rasono, turut mengapresiasi langkah Pertamina dalam mengedepankan pencegahan kecurangan sebagai bagian dari penguatan sistem manajemen risiko.
“Kami mendukung penuh upaya dunia usaha untuk memperkuat pengawasan intern melalui strategi pencegahan fraud. Budaya integritas harus dibangun dari semua level dan menjadi bagian dari manajemen risiko yang menyeluruh,” jelasnya.
Sementara itu, Ariani Wulandari, Manager Fraud Prevention PT Pertamina (Persero), menyampaikan pentingnya membangun sistem pengendalian dan deteksi yang responsif terhadap berbagai potensi kecurangan.
“Fraud bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, kita harus memiliki sistem pencegahan dan deteksi yang kuat, serta membangun budaya integritas yang menjadi nafas dalam setiap aktivitas bisnis,” tegas Ariani.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Fanda Chrismianto, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam membangun tata kelola yang bersih dan akuntabel.
“Forum ini bukan hanya ajang berbagi wawasan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh insan Pertamina untuk memperkuat komitmen terhadap tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel,” ujarnya.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fungsi Internal Audit Region III Area Sulawesi bersama Legal Counsel Sulawesi, dan diikuti oleh para perwira dari berbagai unit operasi di wilayah Sulawesi. Melalui kegiatan ini, Pertamina Patra Niaga berharap terciptanya lingkungan kerja yang bebas dari praktik fraud serta menjunjung tinggi integritas dalam seluruh proses bisnisnya.












