SULSELNEWS.NET– Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Safaruddin Daeng Tojeng, seorang perantau asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang ditemukan tewas secara tragis di Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah. Pria berusia 40 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek untuk menghidupi istri dan keempat anaknya.
Jenazah Safaruddin ditemukan pada Sabtu siang (12/7) dalam kondisi mengenaskan di semak belukar oleh warga setempat. Saat ditemukan, korban masih mengenakan helm, namun tubuhnya dipenuhi luka akibat senjata tajam. Sepeda motor miliknya juga dilaporkan hilang. Dugaan kuat, Safaruddin menjadi korban perampokan disertai kekerasan.
Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku belum mendapatkan penjelasan resmi dari aparat keamanan setempat terkait penyebab pasti kematian Safaruddin.
Rosdiati, juru bicara keluarga korban, mengatakan bahwa selama merantau, Safaruddin tidak pernah mengabarkan adanya ancaman. Namun sejak Jumat sore (11/7), ia tidak pulang dari mengojek hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa keesokan harinya.
“Kami sangat terpukul. Kami berharap jenazah bisa segera dipulangkan ke kampung halaman,” ungkap Rosdiati.
Keluarga kini tengah berjuang untuk memulangkan jenazah ke rumah duka yang berada di Jalan Monas Satu, Kelurahan Mangalli, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Namun keterbatasan biaya membuat proses pemulangan hingga kini masih tertunda.
“Tak hanya berharap bantuan biaya, keluarga juga meminta pemerintah pusat memberikan perlindungan hukum bagi para perantau dan pendatang di wilayah Papua, yang sering menjadi korban kekerasan. Keluarga besar Safaruddin berharap jenazah bisa segera dipulangkan dan proses hukum atas kematian korban dapat ditegakkan,” tambah Rosdiati.
Dukungan dan simpati dari warga sekitar terus mengalir. Masyarakat turut mendoakan agar keluarga diberikan kekuatan, serta berharap agar keadilan bisa ditegakkan atas tragedi yang menimpa Safaruddin.












