SULSELNEWS.NET — Dalam membelanjankan anggaran yang bersumber dari dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) pihak SMKN 2 Gowa berpedoman pada regulasi yang tertuang dalam Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Tekhnis (Juknis) dana BOS.
Hal ini disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 2 Gowa, Alim Bahri di Sungguminasa, Sabtu (28/2). Ia menegaskan, sejak ia pertama kali diangkat menjadi kepsek di SMKN 6 Makassar hingga dimutasi ke SMKN 2 Gowa pada awal bulan Juni 2023 hingga sekarang ia tak pernah membelanjakan dana BOS di luar dari apa yang telah diatur dalam juklak dan juknis yang ada.
“Dalam mengelolah dana bos mulai di SMKN 6 Makassar hingga di SMKN 2 Gowa ini, saya selalu berpedoman pada aturan atau regulasi yang dituangkan dalam juklak dan juknis. Di luar dari itu kami tidak berani, karena konsekwensi hukumnya jelas,” kata Alim Bahri.
Karenanya kata dia, setiap kegiatan yang akan dijalankan, terlebih dahulu dirapatkan dengan para guru atau pengguna anggaran untuk memasukkan program mereka yang akan ia laksanakan.
“Jadi setiap pengguna anggaran, mereka saya minta.untuk masukkan profosal terkait kegiatan apa saja yang akan ia jalankan dalam satu tahun pelajaran berjalan lengkap dengan rincian dana yang dibutuhkan. Dan tentunya apa yang diprogramkan itu acuannya adalah juklak dan juknis dana BOS,” ujar Kepsek SMKN 2 Gowa, Alim Bahri.
Terkait program, Alim Bahri memaparkan, selain mengacu pada peningkaran kualitas anak didik dan peningkatan kompotensi guru, dana bos yang ia kelolah sejumlah kurang lebih Rp2 milliar dengan jumlah siswa 1313 orang dipergunakan untuk pembelian buku perpustakaan, perbaikan sarana dan prasarana sekokah, semisal bangku dan kursi ataupun pengecetan gedung sekolah dan lain-lainnya.yang semuanya telah diatur dalam.juknis.
“Kan dalam juknis jelas diatur pembelanjaan itu. Untuk pembelian buku perpustakaan misalnya itu sudah dipatok 10 sampai 20 persen dari jumlah dana BOS yang kita terima. Sementara untuk perbaikan atau pemeliharan sarana dan prasarana yang ada maksimal hanya 30 persen dana yang bisa alokasikan. Dan semua ini kami patuhi,” tegasnya.
Demikian halnya soal peningkatan kompotensi guru. Alim Bahri menjelaskan dalam program ini, pihaknya membangun kolaborasi atau kerjasana dengan sejumlah dunia industri dalam bentuk penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) sebagai guru tamu dengan durasi praktek antara satu hingga dua pekan. Dan dunia industri yang diajak kerjasama ini ucap dia bukan hanya di Sulsel namun hingga di pulau Jawa, seperti Yogyakarta.
Dengan membuka delapan jurusan, masing-masing, seni tari, seni musik populer, Seni kerawitan, tata boga, desain komunikasi visual, tata.busana, tata kecantikan hingga.jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ);, SMKN 2 Gowa kata Alim Bahri telah menjalin kerjasama dengan 19 industri termasuk instansi perkantoram.
“Jadi ke 19 industri termasuk perkantoran yang kita lakukan kerjasama ini menjadi tempat magang para siswa kami sesuai dengan jurusan mereka masing-masing,” ujar Alim Bahri.
Lebih jauh Alim Bahri mengatakan pembinaan maupun pola proses belajar mengajar yang dijalankan selama ini banyak membuahkan prestasi yang membanggakan. Dengan diasuh 106 orang guru yang profesional, SMKN 2 Gowa telah banyak mengukir prestasi. Antara lain, juara 1 tingkat nasional lomba nyanyi solo, juara 2 nasional lomba tari modern; juara 1 musik populer tingkat provinsi serta juara umum 2 lomba paskib tahun 2026.
“Jadi alhamdullah berkat pembinaan yang berkesinambungan beberapa siswa maupun guru telah banyak menorehkan prestasi yang mengharumkan nama sekolah dan daerah. Apa yang telah kami capai ini tidak lepas dari program yang kita buat secara rill termasuk penganggarannya kita buat secara transparan,” tutupnya.












