SULSELNEWS.NET — Perkumpulan Wija Raja La Patau Matanna Tikka (PERWIRA LPMT) menggelar Milad ke-4 bertempat di Rumah Jabatan Bupati Maros. PERWIRA LPMT didirikan pada 2 Februari 2022 sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang berfokus pada pemajuan kebudayaan.
Ketua PERWIRA LPMT, A. Muhammad Sapri Pamulu, Ph.D, dalam laporannya menyampaikan bahwa PERWIRA LPMT memilih jalur fungsional dalam pemajuan kebudayaan, dengan mengedepankan kerja-kerja akademik dan kultural. Berbagai aktivitas yang telah dan terus dilakukan meliputi seminar kebudayaan, kajian naskah kuno (lontara), transliterasi dan penerjemahan naskah kuno, serta kemitraan strategis dengan pemerintah daerah dalam penyusunan kajian akademik rancangan peraturan daerah terkait kebudayaan.
Sementara itu, Bupati Maros Dr. Chaidir Syam, selaku salah satu pendiri PERWIRA LPMT, menyampaikan bahwa peringatan milad yang seharusnya jatuh pada 2 Februari 2026 dimajukan menjadi 31 Januari 2026 karena adanya tugas kedinasan. Meski demikian, menurutnya, perubahan waktu tersebut tidak mengurangi makna dan nilai peringatan milad PERWIRA LPMT.
Haidir Syam berharap PERWIRA LPMT dapat terus menjadi wadah persaudaraan dan persahabatan dalam memperkuat pemajuan kebudayaan Sulawesi Selatan. Ia juga menegaskan pentingnya peran PERWIRA LPMT dalam merawat dan memelihara warisan kebudayaan, agar dapat diwariskan kepada generasi mendatang.












